e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Latest Posts

Doa dan Jawabannya dalam Mimpi

Kemarin iseng-iseng belajar ilmu mistik yang termuat dalam catatan buku kuno Sanghyang Griguh. Nama ilmunya Aji K*****t. Fungsinya untuk melindungi diri dan mengembalikan ilmu hitam secara otomatis kepada pemiliknya atau orang yang berniat jahat. Lalu dicoba untuk dipraktekan. Tetapi dilengkapi dengan sebuah doa begini, 'Ratu sesuunan titiang: bhatara hyang guru. Bila ilmu ini baik untuk saya semoga bisa masuk ke dalam ragaku. Bila tidak, semoga tidak berhasil.

Lalu menjelang pagi mimpi yang agak rumit maknanya. Dalam mimpi itu saya berada di rumah omnya: Guru Nas. Saya diberikan rangkaian bunga segar; bunga mawar dan bunga lainnya. Lalu saya mau kirim ke seseorang, widi asih namanya, dari bubung. Saya mau kirim bersama sepupunya, dia bonceng di belakang. Saya menasehati sepupu agar hati-hati menjaga bunganya agar tidak rusak. Baru berjalan sekira 100 meter bunganya sudah rusak gara-gara kejepit. Lalu saya perbaiki, lalu lanjut jalan. Tapi lagi rusak, malah bunga mawarnya patah bagian pangkalnya. Kami berhenti dekat rumah seorang nenek. Disana saya menyusun kembali bunganya, tetapi hanya sedikit bisa disusun. Tiba-tiba wadah bunganya berubah jadi beras (baas).

Setelah terbangun awalnya saya menduga bermakna baik karena diberi bunga oleh Guru Nas sehingga bermakna Bhatara Hyang Guru memberikan (nunas) karunia khusus, sehingga saya menduga kemungkinan terkabulkan doanya. Namun setelah direnungkan ternyata itu sebuah peringatan agar tidak kehilangan karunia Tuhan. Diberi bunga artinya diberi karunia khusus, tetapi karena bunganya rusak, maka bermakna karunia Tuhan bisa hilang/rusak bila melakukan sesuatu yang belum layak untuk dilakukan.

Demikian pula berdasarkan nama orang yang akan dikirimi bunga yaitu Widi Asih di bubung, artinya buung widine asih: tidak jadi Tuhan melimpahkan kasih-Nya. Hal itu juga didukung hari mimpinya yaitu Sukra Pon nuju Was. Sukra ngaran sesuunan (dewata), pon ngaran pondok atau rumah. Jumblah uripnya 6+7+9= 22:4=5, sisa 2, artinya Kala. Jadi artinya Kalan sesuunan di pondoke: kemarahan dewata di rumah.

Jadi, dari mimpi tersebut Tuhan tidak mengijinkan untuk menggunakan ajian itu karena sebenarnya sudah diberi karunia khusus penangkal ilmu hitam.

Pernikahan Sepupu Diramalkan Kurang Baik

Mula kacang tanah di alase ngajak meme-guru.
'Ngudyang jani mula kacang bli jro? Tiang maan tenger jelek jew'. Keto petakon i meme ring guru.
'nak suba kadung alihang dewasa, engkenang sanga jani tow?'
'Buungang eeh' pesaut i meme.
Mekesiab tiang mireng tutur meme-guru mapemulaan maan tenger jelek. Yen ene lanjutang sinah lakar rugi. Ketow di keneh tiange. Prejani tiang inget teken misane, kira-kira akijapan.

'Cang ngenah ala' (akan terlihat atau diramalkan terjadi hal buruk) demikian kata yang muncul saat tersadar dari mimpi. Mimpi ini menggunakan bahasa sandi. Mula kacang tanah di alase: cang ngenah ala.

Sempat bingung dengan mimpi ini, apakah hal buruk itu mengarah ke saya ataukah orang lain? Setelah saya renungkan perlahan mimpi itu mengarah ke sepupu saya yang kemarin dipertunangkan.
Menariknya terjadi perdebatan antara ibu dan bapak saya (simbol bhatara hyang guru: i meme lan i bapa: Tuhan Ibu Tuhan Bapa: Shiwa-Parwati). Dalam kenyataan hari baik pernikahan sepupunya sudah ditentukan. Sehingga selaras dengan mimpinya yaitu menanam kacangnya sudah terlanjur dicarikan hari baik (dewasa ayu) meskipun sudah muncul pertanda hal-hal tidak baik pada tanaman kacang tanah itu, apakah harus dibatalkan pernikahannya?

Begini mimpi berikutnya, mimpi setengah sadar: saya mimpi datang ke rumah tantenya, disana saya bincang-bincang dengan tante. Saya memberitahu tahu tante bahwa perjodohan anaknya dengan calon suaminya kurang baik sehingga perlu dipertimbangkan, contohnya mengganti namanya untuk mengurangi hal buruk itu karena susunan namanya tidak baik bila menikah dengan tunangannya.

Agni Purana dalam Mimpi

Sepertinya buku risalah Agni Purana itu buku sakral. Itu satu-satunya buku yang jadi simbol mimpi dari sekian banyak buku yang saya koleksi. Sudah dua kali mimpi membaca kitab Agni Purana.

Pertama, mimpi berada di rumah guru Lanang, disana juga ada tante dan anaknya. Tanteku menyuruh saya membaca Agni Purana. Saya membuka bukunya, dan membaca sebuah sub judul 'Penyupatan Bhatara Brahma'. Saya mau memperbaiki tempat duduk, pindah sedikit. Ternyata di belakang saya ada banyak ulat bulu pas saya duduki. Ulat bulu itu pada mati, lalu datang lagi ulat bulu mau mengerubuti kaki. Lalu saya sundul-sundul pakai telunjuk. Dan ulat bulunya pada mati.

Heran dengan mimpi itu. Saya menduga mimpi ini ada kaitannya dengan ilmu hitam, soalnya saat terbangun pantat terasa gatal, dan kaki terasa gatal dan memerah. Itu nyata gatal bukan perasaan efek mimpi. Lalu saya usap-usap bagian gatalnya bisa normal kembali. Makna mimpi ini bahwa Sesuunan Ratu Kauh (dewata yang kahyangannya di pura teringan) dan dewa kembar menolong saya dari hal-hal tak baik. Soalnya tante saya menjadi dasaran Ratu Kauh. Sedangkan omnya ngiringang dewa Kembar. Siangnya saya tanya ke bapak saya tentang Penyupatan Bhatara Brahma, ternyata itu adalah sebuah mantra pangesengan, mantra penghancur ilmu hitam. Pada kenyataannya, dalam Agni Purana tidak ada materi tentang Penyupatan Bhatara Brahma, adanya hanya dalam mimpi. Sedangkan aslinya ternyata ada di buku catatan bapak saya.

Kedua, mimpi berada di rumah nenek, tepatnya di dapur. Saya menyalakan api agar musuh, dedemit, tidak berani mendekat. Disana saya bersama kakak saya, dan anak muda yang tak saya kenal. Lalu datang om dari keluarga pihak ibu. Om itu memberi saya kitab Agni Purana. Lalu saya bahas dengan kakak saya, kata kakakku, Agni Purana ditulis oleh orang Yunani ketika bangsa Yunani itu menjajah India. Kemungkinan ditulis pada masa Socrates di Yunani. Dengan alasan itu, kakak saya menyarankan untuk tidak membaca Agni Purana karena itu ditulis orang Yunani. Lalu kakak saya melantunkan Gayatri Mantra. Saya menjelaskan bahwa hanya ada dua mantra yang perlu dihafal dan dipahami yaitu Gayatri Mantram dan Mertyunjaya Mahamantra karena kedua mantra ini merupakan mantram teragung dalam Veda. Lalu saya iseng-iseng baca Agni Purana, saya melihat sub judul tentang reinkarnasi Dewa Wisnu yaitu ketika dewa Wisnu turun ke dunia sebagai seorang Brahmana dan memiliki anak seorang ksatrya. Lengkap dengan ilustrasinya yaitu gambar ksatrya menggunakan bulu merak pada mahkotanya dan gambar brahmana berjenggot.

Makna mimpi ini hampir sama dimana dewa yaitu Bhatara Hyang Guru memberi pertolongan menyamar menjadi om saya yang biasa saya panggil Guru Br. Sedangkan kakak saya simbol dewa hyang alit sehingga maknanya dewa hyang alit turut serta membantu dari alam sana agar terhindar dari serangan ilmu hitam.

Mimpi di atas juga didukung dengan tenger lainnya, terutama kedutan. Kayaknya dukun itu semakin marah karena ilmunya selalu hancur. Mungkin gak mau mengakui dirinya sudah kalah. Bahkan mencari bantuan dukun lainnya. Tetapi yang terpenting saya ra popo. Hahaha

Delapan Kali Mimpi Semalam: Mimpi Terbanyak dalam Hidupku

Usai upacara ngenteg linggih dewa kembar dan sanggah kamulan di rumah om saya kemarin malam, ternyata masih banyak kesalahan yang terjadi disana. Hal itu terungkap dalam mimpi-mimpi saya tadi malam.

Pertama, mimpi bertemu Shahir Sheik dan Mrunal. Dalam mimpi, kedua artis India itu datang melihat acara yang diadakan om saya. Mereka mengancungi jempol ritual yang dilaksanakan. 'Its good, but tempat ini gersang' ujar Shahir seperti meledek keadaan di sekitar rumah om saya. Lalu dia ijin pamit sembari mengajak saya bersalaman.

Maknanya bahwa Sesuunan atau dewata (makna dari simbol orang asing) berkenan dengan pelaksanaan ritualnya tetapi masih ada kendala. Menurut bapak saya, dibilang gersang karena sisa-sisa sanggar kamulan sementara yang terbuat dari bambu masih berserakan padahal sudah bekas, yang seharusnya sudah digeseng dengan dibakar.

Kedua, mimpi berada di sebelah utara rumah omnya. Disana sedang menonton rapat penting komite sekolah: dewan guru dan dihadiri juga orang asing. Komite sekolah hendak membahas hak-hak perempuan yang terabaikan. Perempuan yang dimaksud ternyata anak SD kelas 6. Dia datang dari arah barat, dia bernyanyi dalam kesedihan. Lalu berjalan menuju tempat rapat.

Saat sadar dari mimpi saya memaknainya bahwa Bhatara Hyang Guru (simbolnya guru) dan sesuunan (simbolnya orang asing) sudah berkenan hadir di Kamulan om saya yang sudah tuntas ritualnya. Tetapi masih ada kendala yaitu seorang perempuan yang terabaikan haknya. Bisa jadi dewa hyang alit. Namun belum tahu hak apa yang dituntut karena sudah dirembugkan dengan keluarga omnya tidak juga diketahui.

Ketiga, mimpi berada di tepi hutan bersama om Tole, adik dari om yang melaksanakan Yadnya. Disana saya tidur-tiduran bersama om Tole, bapak saya dan ibu. Tiba-tiba om Tole disengat semut dan sakit gigi. Ternyata ada banyak semut di selimut. Saya bilang ke om bahwa yang menyebabkan penderitaan itu karena omnya disalahkan Bhatara Kawitan.

Bingung juga dibuatnya mengapa om Tole disalahkan Bhatara Kawitan, padahal dia sendiri menjadi jero Dasaran Ratu Bagus Biing Celagi (Bhatara Kawitan Celagi). Setelah dibahas bapak saya bersama keluarga omnya, ternyata masih ada kurang bantennya yaitu banten pejati untuk omnya.

Keempat, mimpi berada di timur rumah omnya, disana Ayu (ipar saya) dan ibu saya bagi-bagi anak ayam sisa persembahan mau dipelihara (ceritanya habis melaksanakan suatu ritual besar, mirip dengan di kenyataan). Salah satu anak ayam bagian ibunya nakal sekali, tidak mau diam. Begitu juga anak ayam iparnya. Ternyata anak ayam itu tidak mau dipisahkan karena bersaudara. Lalu Ayu mengusulkan anak ayam itu dijadikan satu saja biar anak ayamnya lebih tenang. Begitu ditaruh di tanah, mau dilepas. Tiba-tiba diterkam anjing dan langsung mati. Lalu saya dan kakak saya memukul anjing itu pakai ranting kayu kecil. Saya pukul-pukul kepalanya. Kakak saya pegang anjingnya. Karena kasihan pada anjingnya, kemudian dilepas. Tiba-tiba berubah jadi anak ayam. Anak ayam itu keluar masuk di beberapa lubang tembok yang bolong, lalu lari ke selatan karena hendak saya tangkap. Anak ayam itu berubah jadi ayam dewasa.

Sangat berat memaknainya karena kronologinya rumit. Anjing simbol kala, ayam simbol sang roh. Lalu apakah makna sebenarnya? Setelah dilihat dengan mata batin oleh bapak saya, ternyata di apit lawang candi bentarnya ada yang kurang bantennya, yaitu banten pejati lagi dua yang dipersembahkan untuk kala.

Kelima, mimpi berada di rumah lama (aslinya sudah tidak ada). Disana saya mau tidur diikuti guru (bapak saya). Saat mau tidur, di tempat tidur menemukan kulit ular berceceran, ular berganti kulit. Saya menduga ularnya masih dekat. Lalu ada sesuatu bergerak di bawah baju di dekat bantal. Lalu ular itu ditekan bapak saya. Makna mimpi ini kemungkinan ada orang yang mencoba menyerang dengan ilmu hitam tetapi mendapat pertolongan dari bhatara Hyang guru. Hal ini didukung mimpi berikutnya.

Keenam, mimpi berada di kamar omnya, disana saya sedang jatuh sakit, sakit berat, mau dioperasi karena di jari telunjuk terdapat benjolan. Dokter menduga itu sakit tumor. Lalu telunjuk saya dibedah. Ternyata di dalam benjolan itu terdapat batu kerikil berisi lingkaran besi kuning, seperti emas.

Dugaan saya mimpi ini memperkuat mimpi sebelumnya. Saya tidak begitu memikirkan mimpi ini yang terpenting tidak kenapa-kenapa karena sudah diselamatkan dewa yang menyamar menjadi dokter. Dugaan saya hampir mengena, sesuai mimpi berikutnya.

Ketujuh, mimpi tidur di kamar lalu datang bapak saya. Beliau bercerita bahwa saya mimpi sakit tumor itu karena ada orang Jawa yang menyerang saya dengan ilmu hitam. Saat terbangun dari mimpi cukup kaget juga. Masak tak pernah buat masalah dengan orang Jawa tetapi saya dicobak oleh orang luar. Mungkin sekedar iseng saja atau hanya uji coba kemampuan. Biarkan saja, yang terpenting ra popo.

Kedelapan, mimpi tentang cinta. Hal ini tak perlu saya tulis untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Sebelum mimpi di atas, siangnya sudah muncul tenger akan mendapat pertolongan dari dewa, tenger akan diserang orang dengan ilmu hitam, tenger akan dimuliakan orang, tenger akan bertengkar. Jadi mimpi di atas menggambarkan tenger yang terjadi siangnya.

Gara-gara bangun tidur berulang karena mimpi akibatnya saya bangun kesiangan.
 

Kucing Memangsa Ular

Sedang sibuk membersihkan longsoran tanah di samping rumah pakai cangkul, datanglah om saya dari pihak ibu, biasa dipanggil Guru B, datang dari arah barat mengendarai motor Vario. Katanya, dia menemukan kucingku di jalan memakan sesuatu, lalu diboncengnya di depan motornya. Dari jauh saya melihat mahkluk yang ditangkap seperti kadal bentuknya, sebagian sudah masuk ke dalam perut, sebagian masih di mulutnya hingga pipi kucingku kembung.

Saat mau diambil kucingnya, yang dikulum pada mulutnya ternyata ular agak besar tetapi pendek. Saya terkejut bukan main, dan kucingnya dilepas karena saya kaget. Kucingku lalu lari ke kandang sapi milik kelompok tani. Ularnya ditinggal di kandang sapi, arahnya di barat daya rumahku.

Tak lama kemudian datang kembali kucingku. Dan tersadar dari mimpi, tetapi belum begitu paham maksudnya. Hal itu menimbulkan tanda tanya dalam hati, sepertinya ada sesuatu hal penting yang ingin disampaikan melalui mimpi. Beberapa saat kemudian, kembali mimpi. Dalam mimpi itu, ayah dan ibu saya bercerita tentang kemunculan Guru B dalam mimpi saya. Kata ibuku, Guru B muncul di dalam mimpiku karena dia akan sakit bila terus-terusan tak peduli dengan dewa kembar yang hendak dibuatkan upacara ngenteg linggih di keluarga besar kami karena dewa kembar akan murka pada guru B.

Paginya saya mencoba memaknai kedua mimpi itu. Dalam kenyataan guru B memang tidak peduli dengan kegiatan ngenteg linggih yang dilaksanakan keluarga besar kami. Makna mimpi ini bahwa Tuhan Ibu memberi tahu peristiwa yang akan menimpa guru B. Hal ini bermaksud menjelaskan mengapa guru B menjadi simbol mimpi saya. Dan yang menarik adalah mimpi pertama. Bila diterjemahkan masing-masing simbolnya maka maknanya sebagai berikut:

Tanah longsor pertanda adanya orang sakit. Bila longsornya besar tandanya kematian. Tetapi disini membersihkan longsoran tanah berarti pertanda usaha menyembuhkan orang sakit. Siang tadinya, di jalan saya menjumpai seseorang yang jatuh baru belajar motor. Kakinya sampai bengkak cukup parah. Sambil menunggu dijemput mobil, saya mencoba memberikan energi prana, ternyata berpengaruh terhadap niskala.

Kucing simbol kala, ular simbol sang wengi. Kucingku menangkap ular berarti kalan sang wengi (kemarahan Sang Wengi) telah dikendalikan. Kendaraan simbol palinggihan, bisa juga diartikan kedudukan atau kehormatan. Guru B menjadi pemangku dewa kembar. Jadi hal ini bermakna Palinggih Dewa Kembar. Ularnya dibuang di kandang sapi, artinya sang wengi meminta dibuatkan banten. Diambil dari makna sapi, sampi ngaran sampian, sampian ngaran banten atau ritual. Bisa juga bermakna ritualnya untuk memindahkan Sang Wengi.

Jadi makna keseluruhannya bahwa orang yang jatuh membawa motor tersebut karena ada kendala secara niskala. Kendala itu karena ada palinggih dewa kembar bersinggungan dengan Sang Wengi sehingga sang Wengi marah. Dan meminta memindahkannya ke arah barat daya dengan dibuatkan banten atau ritual.

Tubuh Kotor Secara Niskala

Sepupu saya datang ke rumah bertanya tentang mimpi. Katanya, dalam mimpi dia bertemu iring-iringan orang mengantar jenazah. Karena merasa takut, dia hendak bersembunyi. Sialnya, gara-gara kabelet malah masuk ke bawah jenazahnya.

Saya menjelaskan bahwa itu pertanda tubuhnya kaletehan; kotor secara niskala, bukan kotor biasa. Karena dia punya anjing. Saya tebak, pasti dia pernah dicium anjing. Ternyata benar, sebelum mimpi seperti itu akibat bercanda dengan anjingngya sampai dicium berulangkali.

Saya sendiri pernah dicium anjing hidungnya. Menjelang malam mata saya merah dan bengkak. Lalu malamnya saya mimpi. Dalam mimpi itu saya berada di rumah seseorang. Bercerita tentang ada odalan di salah satu pura yang sudah berlangsung tiga hari namun saya belum sempat sembahyang disana. Menyadari kekeliruan itu saya hendak pulang ke rumah. Tetapi begitu berangkat, tiba-tiba perjalanan saya mau sekolah, sekolah dasar. Saya perhatikan pakaian saya agak kotor, hal itu membuat tak percaya diri padahal di sekolah banyak cewek cantik terutama orang yang aku sayangi. Karena sudah siang saya tetap pakai baju itu. Lalu berangkat ke sekolah membawa ceret (ketel) berisi air mau dipakai merebus ikan setelah belajar nanti, apalagi materinya tentang ikan.

Setelah tiba di sekolah, saya berbincang-bincang dengan beberapa gadis sekolahan, teman sekelas. Tak lama berselang munculah ibu guru D yang terkenal galak. Semua murid berhamburan mencari tempat duduk karena pada takut, kecuali saya. Tetap duduk di kursi temannya.

Lalu kami diajari rumus matematika tentang ukuran kolam ikan. Ketika rumusnya ditulis di papan, saya mohon ijin untuk mengambil buku di bangku saya. 'Gak usah kamu mengambil buku, hafalin saja' pinta ibu D.

Saat tersadar dari mimpi, barulah ngeh kalau mata saya sakit karena leteh atau kotor secara niskala, dan juga gara-gara tidak sembahyang selama tiga hari berturut-turut. Padahal kotor seperti itu bisa dikurangi dengan rajin sembahyang terutama percikan tirta (air suci) setelah sembahyang.

Menurut tradisi turun temurun, bila mimpi berpakaian kotor itu tandanya tubuh kita kaletehan oleh suatu sebab. Hal itu dipertegas lagi dengan kronologi nyerempet soal cinta, yang juga bermakna kaletehan. Kaletehan itu menimbulkan hal buruk sehingga dalam mimpi disimbolkan dengan materi pelajaran tentang ikan. Bila mimpi tentang ikan pertanda buruk. Tetapi karena ikannya mau direbus artinya hal buruk mau dihilangkan. Yang akan menghilangkan yaitu Bhatara Hyang Guru menyamar menjadi guru wanita (simbol Tuhan ibu), yaitu dengan melakukan pemujaan kepada-Nya: kembali ke kronologi mau sembahyang. Siangnya saya pun akhirnya sembahyang di kamulan dan rasa sakit mata perlahan menghilang. Hari itu pun sudah sembuh.

Sakit karena kotor secara niskala disebabkan oleh berbagai faktor, seperti akibat tidur di lantai yang biasa diinjak, tidur terbalik dari biasanya, misalnya kaki di tempatkan ke arah bantal sedangkan kepala ditempatkan di arah kaki. Larangan-larangan seperti itu terutama bagi mereka yang melik (mirip indigo). Larangan lainnya seperti tidak mencampuradukan pakaiannya, baik penempatannya maupun saat mencuci, tidak baik berada di tempat-tempat romon (kotor). Dilarang makan daging babi, daging anjing, dan lain sebagainya yang dilarang agama. Tidak dibenarkan berhubungan intim saat wanita sedang menstruasi, berhubungan seks saat hari suci atau hari raya, tidak melakukan hubungan seks gaya 69, dimana posisi kepala bolak-balik dengan pasangan, lebih-lebih sampai menjilati kemaluan ataupun menelan sperma.

Tidak hanya itu, perbuatan lainnya yang dilarang agama pun menyebabkan kaletehan pada tubuh secara niskala, seperti mencuri, seks diluar nikah, berselingkuh, suka berbohong, berbicara tak baik, dan lain sebagainya. Hal seperti itu membuat tubuh kita kotor secara lahir batin sehingga menimbulkan penderitaan dalam hidup, mulai dari pikiran tidak tenang, selalu gelisah, mudah sedih tanpa sebab, mudah marah, mudah jatuh sakit, sering mendapat musibah dan lain sebagainya.

Terdapat berbagai upaya untuk menyucikan diri untuk mengurangi hal demikian seperti rajin sembahyang, mandi suci atau melukat, sering-sering mandi dengan air yang diisi bunga aneka warna, bahkan sesekali membuat banten penyepuh: ritual penyucian diri. Dan yang paling mendasar adalah menghindari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama. Bagi masyarakat umum hal demikian barangkali tidak begitu terlihat atau tidak begitu terasa, tetapi bagi seseorang yang berkelahiran melik akan sangat terasa akibatnya bila melakukan pelanggaran-pelanggaran ajaran agama.

Kamar Suci Tak Perlu Ada?

Kamar suci umumnya dijadikan tempat sembahyang di rumah, terutama bagi mereka yang belum memiliki sanggah Kamulan. Konsep tempat suci di dalam ruangan atau di dalam rumah meneruskan konsep rumah Saka Roras, dimana tempat suci terdapat di Pelanggatan atau lebih umum disebut Kajan.

Konsep tempat suci di dalam rumah tidak hanya terdapat dalam tradisi Hindu Nusantara, lebih khususnya Hindu Bali, tetapi juga ditemukan di India. Tradisi ini bisa jadi memang bersumberkan pada tradisi Veda. Ada yang berpendapat bahwa kamar suci tidak diperlukan lagi apabila sudah memiliki Sanggah Kamulan. Argumentasinya bahwa Sesuunan sudah distanakan di Kamulan. Benarkah demikian?

Secara logika hal demikian terlihat benar adanya. Akan tetapi dalam kenyataannya ada saja orang yang sakit karena tidak memiliki kamar suci. Orang itu tidak memiliki kamar suci dengan dalih sudah memiliki kamulan. Lalu dimana letak kesalahannya?

Menurut seorang Balian Usada, bahwa kamar suci itu tetap diperlukan meskipun sudah memiliki sanggah Kamulan. Kamar suci secara khusus dijadikan tempat menghaturkan persembahan untuk dewanya rumah. Lebih-lebih bagi seorang Balian usada, kamar suci sangat diperlukan keberadaannya, karena disinilah sabda dewa sering turun.

Bagi masyarakat awam, kamar suci memang seakan tidak begitu penting mengingat aktivitas komunikasi dengan dewa itu hampir tidak ada, akan tetapi bagi seorang Balian usada kamar suci sangat disakralkan dan dibutuhkan.

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts