e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Latest Posts

Perjodohan Berdasarkan Nama

Nama yang Tak Terpakai dalam Ilmu Perjodohan

Sebelum melangkah lebih jauh menggali patemuan atau perjodohan berdasarkan nama, kita perlu mengetahui nama-nama yang tidak terpakai. Untuk menghindari kesalahan menggali dan memaknai perjodohan berdasarkan nama, penting untuk diingat dan diketahui bahwa nama yang dipakai dalam perjodoham adalah nama telu bulanan atau nama yang diupacarai. Nama diluar itu tidak terpakai karena nama yang sakral dan memiliki jiwa adalah yang terlahir dari upacara, nama yang terbentuk dari ritual nama smaranam.

Berangkat dari asas tersebut nama yang tidak terhitung atau tidak terpakai dalam ilmu perjodohan yaitu nama alias atau nama panggilan baru, nama keluarga, gelar kebangsawanan, nama urut dan nama gelar keagamaan.

Nama Alias

Seringkali dalam masyarakat nama seseorang diperkenalkan ke masyarakat umum bukan nama telu bulanannya melainkan nama baru yang dibuat atas dasar faktor tertentu. Ada pula sengaja ganti nama tetapi tanpa diupacarai. Nama seperti itu tidak terpakai dalam ilmu perjodohan, kecuali nama baru itu kemudian diupacarai.

Nama Keluarga

Pada era sekarang masyarakat mulai berlomba-lomba menambahkan nama keluarga di belakang nama anaknya. Bahkan ada pula menambahkan nama leluhurnya di depan ataupun di belakang namanya, sehingga nama anak generasi sekarang menjadi panjang.

Nama Kebangsawanan

Dalam tata sosial masyarakat tertentu memiliki nama kebangsawanan, seperti di Bali banyak orang Bali memiliki nama lengkap dengan gelar kebangsawanan, seperti Ida Bagus, Ida Ayu (Dayu), Cokorda, Dewa, Desak, Gusti, Sang, Ngurah, dan lainnya.

Nama Urut

Nama orang Bali juga memiliki ciri khas, dimana nama seseorang lengkap dengan urutan kelahirannya. Nama urut ini kemungkinan lahir dari ajaran Kanda Pat (saudara empat) sehingga nama urut dalam tata kemasyarakatan orang Bali hanya sampai empat. Berikut nama seseorang berdasarkan urutan kelahirannya:

Anak pertama: Wayan (Wayahan atau tertua), Gede, Putu.
Anak kedua: Nengah (di tengah), Made (madianan).
Anak ketiga: Nyoman, Komang.
Anak keempat: Ketut.
Apabila anaknya lebih dari empat maka diulang menjadi Wayan Balik atau Wayan Tagel. Bisa juga bila anak pertama ditambahi kata Wayan maka anak kelima ditambahi kata Putu. Khusus untuk perempuan, nama Luh juga tidak terpakai.

Nama Religi

Selain nama urut, ada juga nama yang dimiliki seseorang berdasarkan gelar keagamaan, seperti Mangku, Jero, dan Balian.

 Kadar Cinta Berdasarkan Nama dan Kelahiran

Menurut kepercayaan masyarakat tradisional, nama dan hari kelahiran seseorang dapat menjelaskan mengapa seseorang bisa mencintai pasangannya, bukan melulu soal takdir. Bila kita hanya meyakini karena adanya takdir, maka pikiran kita terbelenggu pada 'kehendak Tuhan' sehingga kita hanya bisa pasrah. Memang sangat baik apabila mampu menyerahkan diri secara total pada kehendak Ilahi, akan tetapi tak sedikit kita terjebak 'pasrah' namun tidak iklas seutuhnya, dengan kata lain pasrah setengah-setengah. Akibatnya tentu seringkali membuat kita kehilangan keyakinan tentang keberadaan-Nya. Celakanya lagi, tak sedikit orang yang meyakini jodoh sebagai takdir menghabiskan masa mudanya dengan bersenang-senang terkait urusan seks, dengan dalih mungpung muda, aji mungpung. Bahkan terjun ke dalam pergaulan seks bebas. Sesungguhnya hal demikian dapat menghalangi kita bahkan menjauhkan kita dari jodoh yang sebenarnya.

Bila kita cermati ajaran agama, jodoh sebenarnya bukan takdir melainkan karma. Sederhananya kita sebut sebagai nasib, dimana nasib bisa berubah yang disebabkan oleh karma; karma baik (subha karma) ataupun karma buruk (asubha karma), dengan kata lain jodoh merupakan sebagian 'takdir' yang terbentuk dari karma pada kehidupan terdahulu dan sebagiannya lagi ditentukan oleh perbuatan kita sekarang. Oleh karena itu bila seseorang banyak melakukan dosa berkaitan dengan cinta maka dia akan berjodoh dengan orang yang tidak sesuai harapan. Sebaliknya orang yang memuliakan cinta dan berperilaku baik maka ia menemukan pasangan yang baik pula. 'Sebagaimana aku, demikianlah pasanganku', jodoh kita merupakan cerminan dari diri kita. Selanjutnya jodoh yang kita temukan pun akibat faktor nama dan hari kelahiran.

Berdasarkan Nama

Untuk mengetahui keterkaitan nama seseorang yang membuat bisa saling mencintai, terlebih dulu kita pelajari kedudukan aksara sebagai berikut:

Baris I : A/Ha, Na, Ca, Ra, Ka
Baris II : Da, Ta, Sa, Wa, La
Baris III : Pa, Dha, Ja, Ya, Nya
Baris IV : Ma, Ga, Ba, Ta, Nga

Orang yang bisa saling mencintai apabila aksara nama depannya ada pada satu baris. Umpama nama pasangan pria Chandra, pasangan wanita Nina Utami. Aksara Ca dan Na ada pada satu baris sehingga hal ini cukup baik, apalagi aksaranya berdampingan. Umpama nama pasangan pria Juliawan, nama pasangan wanita Yuni Sara. Aksara Ja/ju berdampingan dengan aksara Ya/yu.

Bila berbeda baris maka ada yang lebih sayang, ada yang tidak, hal ini kurang baik. Nama depan dengan aksara baris I mengalahkan baris II, baris II mengalahkan baris III, baris III mengalahkan baris IV, baris IV mengalahkan baris I. Umpama nama pasangan pria Wijaya. Nama pasangan wanita Purnami. Aksara Wa/Wi mengalahkan aksara Pa/Pu sehingga pada pasangan ini istri lebih tunduk pada suami.

Apabila aksara depan 'ngelangkar gunung' atau berlawanan maka hal ini tidak baik; bisa tukaran, bermusuh-musuhan, bahkan berpeluang bercerai meski pada awalnya saling mencintai. Yang dimaksud aksara ngelangkar gunung yaitu aksara baris I dengan baris III, baris II dengan baris IV. Umpama nama pasangan pria Raditya, pasangan wanita Yumi. Aksara Ra dan Ya/Yu berlawanan sehingga pasangan ini cenderung tukaran, sering bertengkar.

Selain perhitungan berdasarkan aksara depan, juga berdasarkan aksara depan, tengah dan aksara belakang. Ketentuannya, apabila terdapat unsur aksara nama pasangan berdampingan maka akan saling menyayangi, siapa yang aksaranya di belakang maka dia akan lebih sayang, terutama abila aksara belakang pasangan berdampingan dengan aksara depan pasangannya. Umpama nama pasangan pria Dhanaswara, nama pasangan wanita Kali Utami. Aksara nama belakang Ra (dhanaswaRA) berdampingan dengan aksara depan KA (KAli). Lihat a, na, ca, RA, Ka. Dalam kasus tersebut Kali lebih sayang pada Dhanaswara. Contoh lain; nama pria Arnata, nama wanita Sri Kumari. Aksara TA (arnaTA) berdampingan dengan aksara SA (Sri). Lihat da, TA, SA, wa, la. Dalam hal ini wanitanya lebih sayang pada pasangan prianya.
Contoh lain berdasarkan aksara nama di belakang berdampingan dengan aksara di tengah. Umpama nama pasangan wanita Murti, nama pasangan pria Widiana; Aksara TA (murTI) berdampingan dengan akasara DA (wiDIana). Pada kasus yang demikian Murti lebih sayang pada Widiana. Di sisi lain pasangan ini bermusuh-musuhan akibat aksara depan Ma (MUrti) dan aksara Wa (WIdiana) berada pada baris yang berlawanan. Lihat tabel baris di atas. Sehingga pasangan seperti itu senang bertengkar tetapi di satu sisi saling mencintai.

Apabila unsur aksaranya tumpang tindih, maka hal ini sangat baik, bisa saling mencintai. Umpama nama pria Karnata, nama wanita Desy. Aksara Da (DEsy) berada di depan aksara Ta (karnaTA). Lihat DA, TA, sa, wa, la. Dalam hal ini Karnata lebih sayang pada Desy. Di satu sisi Desy lebih sayang pada Karnata, karena aksara Sa (deSy) berada di belakang aksara Ta (karnaTa). Lihat da, TA, SA, wa, la. Dalam kasus ini ada tiga aksara yang berdampingan yaitu aksara Da, Ta, Sa. Lihat DA, TA, SA, wa, la.

Oleh sebab itu seseorang seringkali mudah jatuh cinta pada pasangan yang memiliki unsur aksara berdampingan. Umpama bila pria namanya Arta maka nama wanita yang dicintai umpama DIaNA. Aksara A pada Arta berdampingan dengan Na pada Diana. Lihat A, Na, ca, ra, ka. Aksara TA pada arTA berdampingan dengan aksara Da pada DIana. Lihat DA, TA, sa, wa, la. Demikian pula bila Arta disandingkan dengan DEwi, wiDI, liaNA, SAriNI, dsb. Maka akan mudah saling mencintai.

Bersambung.. (akan diulas secara khusus berdasarkan kelahiran).

Temu Sorot, Perjodohan Berdasarkan Makna Nama

Diantara petung perjodohan berdasarkan nama, barangkali perjodohan berdasarkan makna nama jarang dipelajari orang, padahal kehidupan rumah tangga seseorang dapat dibaca melalui gabungan nama pasangan suami-istri sehingga membentuk suatu makna. Dalam tradisi di Bali hal ini disebut temu sorot: perjodohan berdasarkan 'sorot' namanya.

Untuk mengartikan makna nama pasangan suami-istri menggunakan bahasa lokal, bahasa yang biasa digunakan sehari-hari dalam kehidupan keluarga bersangkutan. Dengan kata lain menggunakan bahasa ibunya. Umpamanya orang Bali menggunakan bahasa Bali, orang Jawa menggunakan bahasa Jawa. Meski satu daerah adakalanya juga memiliki sedikit perbedaan bahasa, seperti Bali selatan berbeda sedikit dengan Bali utara. Sehingga untuk memaknai arti nama pasangan suami istri kudu dimaknai sendiri.

Memaknai nama gabungan suami istri bisa dalam bentuk nama Utuh-Pendek, dan huruf nama depan. Lebih jelasnya bisa lihat contoh-contoh di bawah ini:

Nama Utuh-Pendek

Bila nama suami istri digabung berdasarkan namanya secara utuh akan memiliki makna baik, namun seringkali bila makna nama pendeknya dimaknai bermakna buruk. Demikian sebaliknya. Umpamanya nama suami Arta, nama istri Asih. Bila digabungkan menjadi Artane Asih: rejeki mencintainya. Diterjemahkan bebas rejeki datang. Bila nama pendek maknanya artane aas (rejekinya jatuh). Contoh lain; suami namanya Pertas Bagia, isteri Ayu Artini. Makna nama utuh Ayu Bagia (selamat berbahagia). Makna pendek Ayu Tas-tasa (yang baik dirabas). Nama suami Sukerta, istri namanya Sami Astini. Makna utuh sami sukerta (semua sejahtra), makna pendek sami suker (semua sulit). Bisa juga dimaknai Suker Aas (yang sulit jatuh), sukerta aas (kesejahteraan jatuh atau hilang).

Banyak pula makna nama gabungan suami istri tidak memiliki makna pendek, hanya bisa dimaknai secara utuh. Umpama nama suami Merta, istri Sarini. Makna utuh mertane mesari (kekayaannya awet). Bisa juga dimaknai Sarin Merta (intinya kekakayaan atau rejeki). Contoh lain; suami bernama Artawan, istri nama Sugiani. Maknanya Sugih Arta (harta berlimpah). Bisa juga dimaknai Ani/Ana arta (ada harta). Nama suami Kecen Merta, nama istri Widiani. Maknanya ana widi ngicenin merta (ada Tuhan melimpahkan kekayaan).

Adakalanya nama seseorang terlihat baik ketika digabungkan bisa bermakna buruk. Umpama nama suami Widiana, nama istri Luh Muli. Maknanya widi mulih (Tuhan pergi atau Tuhan meninggalkannya). Nama suami Sudana, nama istri Larasati. Maknanya dana lara atau lara dana (menderita dalam hal harta).

Huruf Depan

Banyak sekali nama pasangan suami istri tidak bisa digabungkan atau bila digabungkan tidak ada maknanya. Hal seperti itu dimaknai dengan mengambil huruf atau aksara nama depan pasangan suami istri. Contohnya sebagai berikut: nama suami Lanang, nama istri Luh Sisan. Aksara yang diambil yaitu La dan Si. Bila digabungkan menjadi Lasi yang artinya kambuh. Bila bercocok tanam sering gagal panen karena lasi atau ngelasinin. Kalau sakit sering kambuh sakitnya. Kata La dan Si juga bisa bermakna Sila atau duduk bersila. Agar mudah rejekinya carilah pekerjaan duduk seperti kerja kantoran. Jualan di tempat kios atau pasar, dimana saat jualan dengan cara duduk, bukan jalan berkeliling.

Contoh lain; nama suami Lanus, nama istri Sumiarti. Bila digabungkan menjadi Sula yang artinya perut kembung. Hal ini melambangkan pasangan ini sering membuat pasangannya marah, diumpamakan perut kembung. Kata itu juga bisa dimaknai Lan Su atau Laan pesu yang artinya silakan keluar. Hal ini mengisyaratkan dalam mencari harta dengan berpergian keluar atau berkeliling, seperti jualan keliling, kirim barang keluar daerah, dan lain sebagainya.

Dapat pula huruf nama seseorang hanya satu huruf di depan diambil. Umpamanya, nama suami Orta Ariawan, nama istri Gampil. Bila digabung menjadi O-Ga. Oga artinya tergores pisau atau sabit. Hal ter sebut melambangkan pasangan ini sering sakit, baik sakit raga maupun sakit pikiran.

Seringkali makna nama pasangan langsung berisi penudaannya atau penolaknya. Umpamanya pasangan dengan aksara depan Sa dan Wa: SAni Asih - WArdana Putra, Wati - Sandiasa, Dlsb. Bila digabungkan artinya Sawa (mayat), dimaknai kematian. Kalau dibalik menjadi Wasa (Tuhan). Jadi, untuk mencegah hal-hal buruk atau penderitaan pada pasangan ini hendaknya taat berbhakti kepada Tuhan. Contoh lain dengan aksara depan Pa dan Ta. Pata ngaran pati, pati ngaran mati. Umpama nama suami Pandu Widnyana, nama istri Tasya Ariningsih. Untuk menghendari hal yang tak diinginkan bagi pasangan ini hendaknya berusaha mengendalikan pikiran atau Tapa, kebalikan dari Pata.

Dalam mencari jodoh berdasarkan temu sorot, ada dua hal yang sangat ditekankan untuk dihindari yaitu gabungan nama suami istri yang memiliki aksara Ma dan Ta. Bila digabungkan menjadi Mata, mata ngaran mati. Dan juga aksara La dan Ra, yang artinya Lara. Lara ngaran sengsara. Ada juga yang menyarankan menghindari pasangan dengan aksara depan Ma dan La, yang artinya Mala atau kotor.

Unsur aksara Ma dan Ta maupun aksara La dan Ra pada pasangan suami istri, tidak hanya pada bagian aksara depan, tetapi juga pada aksara tengah ataupun belakang. Contoh; nama suami MAndiasa, nama istri ParwaTI. Bila digabung aksara nama depan suami dan aksara nama belakang istri menjadi Mati. Pasangan seperti ini akan meninggal salah satu sebelum waktunya. Mati tidak hanya dimaknai mati raganya tetapi juga mati hartanya atau miskin.

 Perjodohan Sastra Tunggal Sebaiknya Dihindari

Dalam ilmu perjodohan berdasarkan nama dikenal yang namanya temu 'sastra tunggal', dimana aksara atau huruf nama pasangan suami-istri memiliki aksara yang sama, baik aksara atau huruf nama di depan, tengah maupun di belakang. Secara umum perjodohan sastra tunggal dipandang tidak baik sehingga cenderung dihindari. Sebenarnya tidak semuanya buruk, hanya sastra tunggal tertentu yang seharusnya dihindari yaitu sastra tunggal biasa, sastra tunggal cicing enjek ikuh, dan sastra tunggal maulu suku.

Sastra Tunggal Biasa

Apabila kita lihat jumblah aksara Bali maka terdapat 18 sastra tunggal, sedangkan aksara Jawa terdapat 20 sastra tunggal. Dari keseluruhan aksara itu terdapat beberapa sastra tunggal biasa yang sebaiknya dihindari seperti aksara Na, Ra, Da, Ta, Pa. Umpama istri namanya NAreswari, suami namanya NityaNAnda (sastra tunggal Na). Istri: Luh GauRI, suami: SuRAma Putra (Sastra tunggal Ra). Istri: SuDIani, suami DArpa (sastra tunggal Da). Istri: DarTI, suami: SukarTA (sastra tunggal Ta). Istri: Indrani PUtri, suami: PIsana (sastra tunggal Pa).

Bila pasangan suami istri dengan nama sastra tunggal biasanya sulit hidupnya. Ada yang sakit-sakitan walau mudah mencari rejeki, ada yang sulit cari harta meski jarang sakit, ada yang sering berantem, dan lain sebagainya.

Cicing Enjek Ikuh

Cicing enjek ikuh bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya anjing diinjak ekornya. Itu adalah bahasa kias yang menggambarkan bahwa perjodohan cicing enjek ikuh pertanda bahaya atau kurang baik. Kalau anjing diinjak ekornya pasti menggigit.

Yang dimaksud perjodohan cicing enjek ikuh apabila huruf depan pasangan sama dengan huruf belakang pasangan. Dengan kata lain aksara nama depan dan belakang memiliki aksara yang sama atau tunggal. Umpama suaminya bernama JayadraTA, istrinya bernama TArini (jayadraTA-TAri
ni). Contoh lain; Nama suami: Nareswara, nama istri: Sudiani (SudiaNI-NAreswara). Nama suami: Sudarma, nama istri: Ari Yasa (yaSA-SUdarma). Nama suami: Karma Dinata, nama istri: Sukri (SuKRI-KArma). Nb; dalam ejaan aksara, kata KRI bila dibawa ke dasar aksara menjadi KA).

Hal di atas juga berlaku untuk nama lengkap. Umpamanya suami bernama Adi Sukrawan, nama istri Ginarsi (ginarSI-SUkrawan). Suami: Yoginanda Putra, Istri: Ayu Laksmi (aYU-YOginanda).

Perjodohan cicing enjek ikuh dimaknai cepat kaya cepat mati. Artinya, kalau pasangan perjodohan ini mudah mencari rejeki maka akan cepat meninggal salah satu, barangkali belum memiliki cucu sudah meninggal. Bisa juga dimaknai cepat naik cepat turun, gampang melejit gampang jatuh. Apabila hidupnya datar-datar saja atau sedang, akan lama hidupnya. Bisa juga hidupnya sehat-sehat saja namun sulit mencari rejeki. Dapat pula gampang mencari rejeki namun sakit-sakitan atau tidak memiliki keturunan. Dengan kata lain, perjodohan ini selalu diiringi suka dukanya, derita dan bahagianya seimbang.

Maulu Suku

Dalam menulis aksara ada namanya 'Ulu' bunyinya i, ditulis di atas aksara pokok. Bila suatu aksara diisi ulu maka berbunyi i. Umpamanya aksara Ja diisi ulu bunyinya menjadi Ji. Demikian pula dengan Suku, bila suatu aksara diisi Suku maka bunyinya U, ditulis di bawah aksara pokok. Umpama aksara Ra diisi suku maka akan berbunyi Ru.

Apabila nama pasangan suami istri dengan sastra tunggal maulu suku dimaknai akan cepat berpisah atau bercerai, baik cerai hidup maupun cerai mati, mati salah satu sebelum waktunya. Paling sederhana dalam rumah tangganya sering bertengkar atau tukaran apabila bisa bertahan lama dalam berumah tangga. Berikut contoh sastra tunggal maulu suku:

Umpama nama suami Sudarta, nama istri Sintya Dewi (SUdarta-SIntya). Suami: Basudewa, istri: Darsini (baSUdewa-darSIni). Suami; Sudana Putra, istri: Simpen Sari (SUdana-SImpen). Suami: Darma Suta, Istri: Parmi Asih (SUta-aSIh).

 Perjodohan Berdasarkan Huruf Depan

Diantara petung perjodohan berdasarkan nama, tampaknya menghitung perjodohan dengan neptu aksara atau huruf depan pasangan paling mudah dipahami, mengingat aksara depan seseorang hanya satu dan sudah pasti. Aksara yang digunakan pada perhitungan ini menggunakan aksara Jawa yang jumblahnya 20. Neptu atau nilai angka masing-masing aksara sebagai berikut:

Ha/A : 10 , Pa : 8
Na : 2 , Dha : 6
Ca : 3 , Ja : 3
Ra : 8 , Ya : 10
Ka : 8 , Nya : 6

Da : 4 , Ma : 4
Ta : 4 , Ga : 6
Sa : 12 , Ba : 2
Wa : 6 , Tha : 6
La : 6 , Nga : 6

Cara menghitungnya dengan menjumblahkan neptu aksara depan kedua pasangan; pria dan wanita. Hasil penjumblahannya dibagi 5 atau dikurangi 5, dan kelipatannya. Lalu lihat sisa berapa.

Umpama;
Nama pasangan pria Dhrestarastra Putra, aksara depan yaitu Dha, neptunya 6.
Nama pasangan wanita Gandari Maheswari, aksara depan yaitu Ga, neptunya 6. Jumblah neptunya 6+6= 12:5= 2, sisa 2. Bila dengan pengurangan kelipatan 5 yaitu; 12-10= 2, artinya sisa 2 yaitu jatuh pada Lungguh.

Makna masing-masing sisa perhitungan penjumblahan neptu aksara depan pasangan sebagai berikut, bila bersisa:

1. Shri ; banyak rejekinya.
2. Lungguh ; dihormati orang, mendapat kedudukan atau jabatan.
3. Gedong ; bisa kaya, mudah mencari harta.
4. Lara ; melarat, mendapat kesengsaraan.
5. Pati ; mati, mendapat kematian. Makna mati tidak selalu mati raganya ataupun sakit-sakitan. Bisa juga dimaknai mati rejekinya atau miskin. Bila rejekinya baik kemungkinan akan sakit-sakitan dan sebaliknya.

*Disarikan dari sumber internet yang bersumberkan pada buku Primbon Jawa.

 Perjodohan Berdasarkan Huruf Belakang

Dibandingkan perjodohan berdasarkan huruf depan, perjodohan dengan huruf belakang lebih sulit bagi masyarakat awam. Seringkali seseorang salah dalam mencari aksara dasar pada huruf belakangnya. Umpama namanya Supatra. Acap kali aksara dasar huruf belakang yang dicari yaitu Ra, padahal yang benar adalah aksara Ta. Sedangkan bila nama Supatra ditulis atau dieja Supatera, maka aksara yang dihitung yaitu Ra. Demikian pula bila namanya Sukri, maka yang termasuk aksara belakang yaitu Ka, bukan Ra/Ri. Bilamana dieja Sukeri maka aksara yang dihitung yaitu aksara Ra/Ri.

Contoh lain, namanya Anugrah. Aksara belakang yaitu Ga, bukan Ra maupun H/Ha. Bila ditulis atau dieja Anugraha, aksara belakang yaitu Ha/A. Seandainya ditulis Anugerah, maka aksara belakangnya Ra. Demikian pula nama Satia/Satya. Aksara belakangnya Ta, bukan Ya ataupun A. Bila ditulis dan dieja Satiya barulah aksara belakangnya Ya. Mencari aksara dasar atau pokok seperti itu akan mudah dipahami bila tahu 'anggah-ungguhing' menulis aksara Bali ataupun aksara Jawa.

Aksara yang digunakan pada petung perjodohan ini adalah aksara Bali yang jumblahnya 18. Neptu aksara sebagai berikut:
Baris I > A/ha : 1, Na : 2, Ca : 3, Ra : 4, Ka : 5.
Baris II > Da : 1, Ta : 2, Sa : 3, Wa : 4, La : 5.
Baris III > Ma : 1, Ga : 2, Ba : 3, Nga : 4, Pa : 5.
Baris IV > Ja : 1, Ya : 2, Nya : 3.

Cara menghitungnya dengan menjumblahkan neptu aksara belakang, lalu dikurang 5 bila jumblahnya lebih dari 5. Umpama nama pasangan pria Sudana. Aksara belakang yaitu Na, neptunya 2. Nama pasangan wanita Putri. Aksara belakang Ta, neptunya 2. Jumblah 2+2= 4, artinya sisa 4: Lara. Bila sisa:

1. Peta : cerewet, tukaran, sering bersilang pendapat hal baik maupun hal yang tak patut.
2. Pati : mati, sakit-sakitan, salah satu meninggal tidak pada waktunya, bisa juga bermakna mati rejekinya bila bisa hidup sehat dan panjang umur.
3. Gedong : bisa kaya, mudah mencari harta.
4. Lara : hidup melarat, sengsara, sakit-sakitan.
5. Sri : mengalir rejekinya, gampang mencari penghidupan.

*Disarikan dari catatan bapak saya, diturunkan dari generasi terdahulu.

 Perjodohan Berdasarkan Gabungan Neptu Huruf Depan dan Belakang

Aksara depan dan belakang pada nama seseorang memiliki arti tersendiri, hal itu terjadi kemungkinan karena nada suara yang keluar dari mulut kita memiliki tekanan berbeda pada aksara depan dan belakang apabila menyebut nama seseorang. Oleh karena itu aksara depan maupun belakang diutamakan dalam mencari makna nama, khususnya dalam ilmu perjodohan.

Untuk mencari makna dan arti perjodohan berdasarkan gabungan aksara depan dan belakang dari nama inti menggunakan aksara 18 dengan urutan yang berbeda dari biasanya. Urutan dan neptunya sebagai berikut:

A/Ha: 1
Na : 2
Ca : 3
Ra : 4
Ka : 5
Pa : 6
Da : 7
Ja : 8
Ya : 9
Nya : 19
Ma : 11
Ga : 12
Sa : 13
Wa : 14
La : 15
Ta : 16
Nga : 17
Ba : 18

Cara menghitungnya dengan mengambil aksara depan dan belakang  pasangan pria dan wanita. Jumblahkan neptu aksara depan dan belakang kedua pasangan, lalu dibagi 16, atau dikurangi 16, dan kelipatannya. Kemudian lihat sisanya berapa.

Umpama:
Nama pasangan pria Mahendradatta, aksara yang diambil yaitu Ma dan Ta (MAhendradatTA). Neptunya 11+16= 27.
Nama istri Yunisa, aksara yang diambil Ya dan Sa (YUniSA). Neptunya 9+13= 22. Lalu jumblah neptu kedua pasangan dijumblahkan, 27+22= 49:16= 3, sisa 1 : Suka duka, baik buruk.

Hasil sisa perhitungannya hampir sama dengan perjodohan Lontar Tri Pramana. Teks aslinya berbahasa Bali saya terjemahkan bebas. Di bawah ini makna hasil perhitungannya. Bila sisa:

1. Suka-duka, baik buruk.
2. Hidup sengsara, miskin
3. Sering menderita, sering bertengkar (doyan wirang).
4. Anaknya meninggal
5. Sangat baik, lunas lanus sada nulus, hidup rukun dan bahagia.
6. Kesakitan, hidup merana
7. Sedang; suka duka, lambat laun hidup bahagia.
8. Kelaraan, Leyak galak memusuhi; anak sering sakit.
9. Sangat buruk, baya pati,sering berebut atau bertengkar.
10. Lumayan baik, memiliki sifat-sifat kepemimpinan, paling rendah menjadi kepala lingkungan.
11. Cukup harta, bijaksana, penghidupan baik.
12. Baik, lambat laut bisa berharta, rukun berkeluarga.
13. Tidak kurang harta benda, gampang mencari harta; gedong simpen.
14. Kurang baik, tidak tercapai apa yang dicita-citakan, sering ngambul karena merasa menderita.
15. Tidak memiliki keturunan.
16. Mendapat kedudukan, mendapat kebahagian, manggih ledang.

 Selain menghitung gabungan neptu aksara depan dan belakang pasangan, juga terdapat metode menghitung neptu aksara depan dan belakang pasangan secara terpisah, lalu disandingkan. Neptu aksaranya sebagai berikut:

A/Ha, Wa, La = 1
Ga, Ka = 2
Dha, Na = 3
Ba, Da, Ma = 4
Ca, Ya = 5
Ja = 6
Pa, Ra, Ta = 7
Sa, Tha = 9
Nga, Nya = 10

Ambil neptu aksara atau huruf depan dan belakang dari nama inti pasangan. Nama belakang atau nama pelengkap tidak terhitung. Jumblahkan masing-masing neptu aksara depan dan belakang dari nama inti, kemudian dibagi 9. Lalu lihat jumblah neptu laki-laki sisa berapa, dan perempuan sisa berapa.

Umpama:
Nama pasangan pria Widnya: Wa/Wi= 1, Nya= 10. Jumblah 1+10= 11:9 = 1, sisa 2.
Nama pasangan wanita Sutarmi: Sa/Su= 9, Mi/Ma= 4. Jumblah 9+4= 13:9=1, sisa 4. Jadi, perjodohan pasangan Widnya dan Sutarmi adalah Sisa 2 dan 4 : Baik.

Di bawah ini baik-buruk perjodohan pasangan berdasarkan aksara depan dan belakang kedua pasangan. Jika bersisa:

1 dan 1 : Baik
1 dan 2 : Baik
1 dan 3 : Tukaran
1 dan 4 : Putus
1 dan 5 : Putus
1 dan 6 : Putus
1 dan 7 : Jadi musuh
1 dan 8 : Pati (mati)
1 dan 9 : Jadi kepala, prajuru, pejabat
2 dan 2 : Baik
2 dan 3 : Pati
2 dan 4 : Baik
2 dan 5 : Putus
2 dan 6 : Tak baik
2 dan 7 : Putus tak putus, sering bercerai
2 dan 8 : Awet, tak putus, malas
2 dan 9 : Baik
3 dan 3 : Patah (berpisah), cerai setelah tua
3 dan 4 : Tak jadi atau tak boleh, sering bercerai
3 dan 5 : Putus
3 dan 6 : Baik
3 dan 7 : Celaka
3 dan 8 : Putus
3 dan 9 : Baik
4 dan 4 : Jahat
4 dan 5 : Putus
4 dan 6 : Putus
4 dan 7 : Jadi musuh, tukaran
4 dan 8 : Jadi musuh
4 dan 9 : Kurang baik
5 dan 5 : Bahaya, mengalah
5 dan 6 : Putus
5 dan 7 : Putus
5 dan 8 : Putus
5 dan 9 : Baik
6 dan 6 : Tak baik, tetapi tak putus, kurang baik
6 dan 7 : Baik
6 dan 8 : Baik
6 dan 9 : Putus
7 dan 7 : Baik
7 dan 8 : Baik
7 dan 9 : Jahat
8 dan 8 : Baik
8 dan 9 : Kaya anak, tetapi banyak meninggal
9 dan 9 : Putus tak putus, cerai tetapi kembali.

*Disarikan dari buku catatan bapak saya dan buku saku PERHITUNGAN BAIK BURUKNYA ORANG BERSUAMI ISTRI karya Wayan Simpen AB.

Mimpi Terpanjang

Lagi asik menikmati indahnya kebun sekolah SMK, tak disangka ternyata ada lomba siswa antar kelas, pantesan ada suara riuh di sekolah itu. Pada lomba itu, pertanyaannya seperti quis. Saya mendengar salah satu anggota group peserta lomba menjawab sebuah quis bahwa sekolah unggulan di Karangasem adalah sekolah SWASTIKA. Dewan juri membenarkan jawaban itu, tetapi saya tidak setuju dengan dewan juri. Jawaban yang benar sekolah unggulan di Karangasem adalah sekolah SWASTYASTU. Entah kenapa saya begitu tertarik meluruskan kesalahan itu pada penilaian dewan juri, dan dewan juri sepakat bahwa jawaban yang benar adalah Swastyastu. Group siswa itu pun dinyatakan kalah meski awalnya dinyatakan sebagai pemenang.

Tak berapa lama kemudian saya jalan kaki menaiki bukit kecil. Di puncaknya terdapat jalan raya: dari barat ke timur. Tadi saya memarkir kedua motor saya disitu: Jupiter Z warna biru dan Scoopy warna merah. Jupiternya saya parkir agak di timur, sekira 100 meter. Lalu saya melaju membawa scoopy ke arah timur, eh malah kelewatan. Saya pun memutar balik meski ada rambu-rambu dilarang memutar balik. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba salah satu anggota siswa yang kalah tadi menghampiri saya marah-marah, 'Tadi kamu menyalahkan jawaban kami di sekolah, tapi sekarang kamu yang melanggar aturan. Apa kamu tidak lihat rambu-rambu lalu lintas bahwa disini dilarang memutar? Nanti saya hajar kamu!' Bentaknya. Dia tampak agak hitam kulitnya dan bertato. Saya diam saja, merasa salah, tetapi tidak takut, cuek saja sama omongan orang itu, biarkan dia berbicara sendiri: anjing menyalak kafilah tetap berlalu. Yang membingungkan saya, bagaimana caranya membawa motor keduanya sekaligus, sedangkan saya seorang diri. 

Saya memutuskan meninggalkan Jupiternya, belakangan mau diambil. Lalu saya berjalan pulang ke rumah, dan melihat segerombolan siswa tadi datang dari arah utara. Salah satu dari mereka mencegat saya, dan ditambah muncul lagi siswa tadi yang marah-marah pada saya. Mereka nantangin saya untuk bertarung. Gregetan juga ditantang, lalu saya menyingsingkan lengan baju, 'Kamu kira aku ini siapa? Aku ini anaknya seorang preman' ujarku mendengkik sembari menudingnya. Mendengar kata-kata saya yang begitu berani, mereka hendak menyerbu saya berduaan; ada di sebelah kanan dan sebelah kiri. Kemudian tiba-tiba datanglah seorang teman yang tidak begitu saya kenal, dia memisahkan kami yang hendak bertengkar. Mereka pun tak berani bicara apa-apa, sepertinya teman itu begitu dihargai. Lalu saya pergi meninggalkan mereka, kemudian saya mendengar orang yang bertato membicarakan saya dengan maksud meledeknya, postur tubuhnya tak lagi muda, melainkan berubah jadi orang umur paruh baya, 'Wuiihh.. gagah sekali dia bicara, berlagak pemberani. Huahaha' ujarnya bicara pada temannya. Dalam hati saya tertawa mendengar pembicaraannya, soalnya apa yang dikatakannya itu benar adanya.

Saya melanjutkan perjalanan. Namun di sebelah timur laut saya melihat seorang gadis sekolahan terjatuh dari kendaraan scoopy. Di belakangnya ada teman-temannya, kemudian saya menolongnya bangkit, dan membangunkan motornya. Mereka pun berlalu tanpa bicara padaku.

Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saya berjalan ke arah timur laut pada jalan menanjak, lalu jalan menurun sembari bawa tangki penyemprotan tanaman berisi obat anti virus flu burung, mau dipakai menyemprot pepohonan yang sering dijadikan tempat tidur ayam-ayam warga masyarakat. Sudah beberapa saya semprot, kemudian saya menuju ke lain wilayah (ceritanya ada di perbatasan kampung). Baru saya semprot salah satu pohonnya, datanglah dua orang paruh baya diikuti dua ekor anjing. Hampir saya digigit dua anjing. 'Ngapain kamu kesini semprot pohon saya? Padahal sudah pernah ada petugas lain yang menyemprotnya. Kamu itu sudah melewati batas kewenangan!' Ujarnya bernada marah.

Hari sudah malam, saya mau pulang ke rumah. Tapi anehnya saya merasa baru pulang dari berantem tadi, bukan habis nyemprot pohon orang. Saya membawa scoopy menuju ke arah utara (ngamenekang), menuju rumah. Seakan berada di sekitar Tianyar. Merasa takut juga jalan malam-malam sendirian. Tiba-tiba mendengar suara ayam, 'Kokokk.. kokookk'.

'Kok ada suara ayam jam segini ya?' Bertanya-tanya dalam hati. Merasa aneh di tempat sepi ada suara ayam namun tak terlihat. Saya mempercepat pergerakan motor, tapi anehnya suara ayam itu terus mengikuti. Kemudian saya memperlambat gas motor sembari mencari sumber suara ayam. Ternyata suara ayam itu datang dari depan motor. Ada ayam yang diam di bawah lampu depan scoopy. Saya mengusir ayam itu, lalu terbang, dan ayam itu hanya sebentar pergi, kemudian lagi hinggap di motornya. Motor terus melaju, namun ayamnya tak juga mau pergi. Saya usir lagi dengan menendangnya dan ia terbang, tapi balik lagi hinggap lagi. Lagi-lagi saya tendang. Ayam itu lalu terbang, dan berubah jadi kupu-kupu. Kaget juga melihat keanehan yang terjadi. Kupu-kupu itu terus mengikuti saya, kadang terbang di samping saya, terkadang terbang mendahului.

Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saya sudah bawa mobil pick up dengan tempat yang berbeda. Saya melewati jalan sempit dan menanjak, ada longsorannya lagi. Sesaat kemudian saya berpapasan dengan seorang teman yang rumahnya ada di utara rumah saya. Lokasi yang saya lalui pun sudah berada di utara rumah. Dia membawa mobil yang lebih besar dari mobil saya sehingga dia tidak bisa lewat di jalan yang ada longsorannya itu. Saya membantunya untuk menggali tanah longsor itu agar dia bisa lewat. Setelah dia bisa lewat, saya melanjutkan perjalanan. Dam bertemu om saya, Guru Nas saya memanggilnya. Saya diajak untuk memetik buah Jepang mau dijual ke pasar. Setelah merasa cukup buah yang dipetik, kami hendak pulang ke rumah, disitu saya melihat kedua adik saya nyanyi bersama, meniru lagu-lagu yang ada di HP.

'Alapa ane baang Bhatara Hyang Guru Nunas (diambil berkat yang diberikan Bhatara Hyang Guru' ujarku saat sadar dari mimpi, apalagi mimpinya pada hari sakral Kajeng Kliwon. Terperangah juga dengan mimpi itu, dan menariknya disertai inti dari makna mimpi yaitu berkat dari Tuhan telah diambil. Makna ini berasal dari kronologi memetik buah Jepang bersama Guru Nas (ngalap Jepang ajak guru nas). Saya merasa sedih dan menyesal. Ternyata bhatara duka pada saya gara-gara malamnya melakukan perbuatan dosa menggunakan ilmu magis Ajian Jaran Goyang. Sehingga Bhatara duka atas perbuatan itu. Saya menduga, karunia yang diambil yaitu perlindungan diri. Tumben saya mimpi sepanjang itu, sudah mirip seperti cerpen, sehingga untuk memaknai secara detail agak rumit. Hanya bisa dimaknai sepenggal-sepenggal. Kira-kira maknanya sebagai berikut:

Menyalahkan Swastika (keselamatan) dan menyatakan Swastyastu (salam) yang benar artinya menyalahgunakan karunia perlindungan dengan menggunakan mantra guna-guna. Penyalahgunaan ini berakibat seorang gadis smk terkena imbasnya. Tetapi bersyukur dalam mimpi gadis itu saya selamatkan juga. Penyalahgunaan ini juga membuat orang lain marah, yaitu dua dukun yang melindungi gadis itu, sehingga dukun itu ingin mengeroyok saya karena saya sudah melampui batas. Diambil dari kronologi dua anjing hampir menggigit saya yang dimiliki dua orang yang protes gara-gara saya menyemprot tempat ayam tidur di pohon miliknya.

Tidak hanya manusianya yang marah, leluhur saya juga duka pada saya. Hal ini makna dari ayam yang saya tendang berubah jadi kupu-kupu. Ayam simbol sang roh, kupu-kupu simbol dewa Hyang (leluhur). Jadi sebenarnya leluhur selalu menyertai saya namun saya menjauhkan leluhur dengan perbuatan dosa saya. Akibat kesalahan itu saya akan mendapat musibah, yaitu jatuh sakit; makna dari melihat tanah longsor. Dan berkat dari Bhatara Hyang Guru diambil. Meski begitu, masih ada perlindungan dari saudara empat (kanda pat), makna dari melihat adik saya bernyanyi.

Yang terjadi kemudian siangnya tubuh saya bentol-bentol sebesar ulat dan gatal-gatal tiba-tiba, terutama di paha, bersyukur masih bisa diobati dengan energi prana. Berhasil juga dukun itu mengenai saya dengan ilmu hitam gara-gara perlindungan dari dewa telah diambil. Hal ini mengajarkan saya bahwa kita tidak dibenarkan berbuat sewenang-wenang, melampui batasan dan menyalahgunakan berkat dari dewa. Padahal berkat itulah yang selalu menghancurkan ilmu hitam yang masuk ke tubuh saya sehingga dukun dari T tak pernah berhasil menyerang saya. Begitu masuk langsung hancur dan jadi kentut. Tapi kini...

Seringkali ketika kita melakukan perbuatan dosa, kita diberi peringatan melalui petunjuk mimpi. Seperti mimpi dimarahi guru yang mengajar kita, ditinggal ayah-ibu, dijauhi teman, dlsb. Hal itu karena kita disayang oleh-Nya namun seringkali kita mengabaikan petunjuk-Nya. Ketika kita abai akan hal itu, kita dibiarkan larut dalam dosa hingga waktunya tiba dimana karma berbuah, disitulah kita dibiarkan menderita akibat dosa-dosa kita.

Kasih Tak Sampai

 Anak sekolahan berlalulalang melaju pulang sekolah. Tentu aku tak melewatkan kesempatan itu untuk mencuci bersih bola mata dengan panorama bening-bening. Di sudut desa pada sebuah tikungan mata tertuju pada peri kecil yang manis senyumnya. 'Cantik juga nih cewek, maukah kau berstana di istana hatiku, siapakah gerangan namamu?' Hati bergumam lirih berharap bisa mengenalnya di kemudian hari. Hatiku terpikat pada sosok terang dalam kegelapan jiwa yang sunyi. Ia pun menoleh sedetik saja, namun disitu aku mengerti bahwa suara hatiku terhubung dengannya meski mungkin ia hanya menganggapnya kebetulan.

Suatu hari di pura Hulundanu aku sedang menikmati magisnya pagelaran tari sakral calonarang pada malam hari. Sebelum puncak tarian, aku hendak keluar sesaat, menuruni tangga balai rias di aula pura itu. Tak ada angin tak ada hujan, aku melihat gadis itu berada tak jauh dariku, 10 meter dari tempatku. Mataku tak berhenti memandangnya, terpesona akan keindahan yang hadir di pelupuk mata di bawah cahaya lampu besar ditemani kemilau cahaya rembulan.

Gedubraakk! Aku terjatuh di tangga terakhir, kaki terpeleset gara-gara salah menginjak anak tangga. Melihatku terjatuh, dia tertawa cekikikan. Duuh malunya diriku. Bersyukurlah tak kenapa-kenapa. Menjelang tarian sakral itu berakhir, perhatianku tertuju pada gadis itu. Di satu sisi aku takut mendekatinya.

'Kamu kenal dengan gadis itu?' Tanyaku pada seorang gadis yang berdiri tak jauh darinya.
'Kalau mau kenalan dekati saja sana!'
'Malu tahu! Memangnya kamu tahu namanya?'
'Ya tahulah. Nona namanya'
'Wuah cantik namanya, secantik wajahnya. Kenalin dong!'
'Ihh.. sorry lah ya!'
Kucoba memberanikan diri mendekatinya, sembari pura-pura tak ada tempat yang baik menonton. Entah kenapa jantungku mulai berdebar, malahan bingung mau bilang apa. Sesaat kemudian, ujug-ujud datang seorang lelaki yang jauh lebih muda dariku, dia nyelekak di antara aku dan dia, barangkali kakak kelasnya. 'Waduhh.. pacarnya kayaknya nih!' Hati berkicau. Lalu aku menjauh darinya. Tak mau disebut hama atau seperti gulma diantara tanaman pertanian.

Keesokan harinya aku bertemu dengan Dewi yang sedang asik dengan kamera di tangannya bak seorang photografer. Temanku itu sepertinya satu sekolah dengan Nona. Seusai basa-basi aku teringat dengan Nona yang manis senyumnya.
'Kamu kenal sama Nona?'
'Kenallah, memangnya kakak kenal sama dia?'
'Enggak sih, hanya penggemar rahasianya' ujarku malu. Tak mau disebut SKSD; sok kenal sok dekat. Tampaknya terkenal juga gadis itu, kakak kelasnya saja mengenalnya. Percakapan itu berlanjut, namun sayangnya apa yang aku tanyakan, Dewi tak mengetahuinya; nomor HP, pin BB, akun facebook, dslb. Aku tak menyerah begitu saja, aku menyusuri paman facebook, klik namanya. Nasib mujur menghampiriku. Langsung ketemu. Esoknya sudah dikonfirmasi. Tapi aku tak mau langsung main sergap begitu saja, kubiarkan beberapa hari untuk inbox dia. 'Duuh cantiknya, makita bli ngelahang.'
*Akhirnya kumenemukanmu. Saat hati ini mulai merapuh. Kuberharap engkaulah jawaban segala risau hatiku, dan biarkan diriku mencintaimu..

Seringkali aju mengintai status-statusnya, sayangnya, dia memang cantik tapi sombong. Suatu hari aku merasa marah tanpa sebab. Langsung unfriend. Entahlah, kenapa aku sensitif begitu padanya. Belakangan merasa menyesal unfriend. Dan dia tak mau lagi menerima pertemanan. Berulangkali kirim pesan tak jua dibalas. Aku memperkenalkan diri siapa aku sebenarnya. Tapi selalu diabaikan. Hanya dibaca tanpa ada balasan. Mungkin dia tak tahu siapa aku. Tetapi anehnya aku sering memikirkannya, bahkan photonya kujadikan background layar HPku. Hanya dia yang mampu menggantikan 'musuh bebuyutanku', gadis yang disayangi namun bermusuh-musuhan, yang kini sebagai gadis yang paling kubenci dalam hidupku. Berharap menemukan penggantinya, yang mampu mengisi kekosongan hati.

*Terlarut aku dalam kesendirian, saat aku menyadari, tiada lagi dirimu kini. Oooo... Tak akan terganti, semua kenangan yang telah tercipta...

Nonton Video Seks Bidan Bergoyang. Huahaha

Berada di tegalan dadong dumun (sekira 300 meter dari rumah nenek saya) di sudut barat daya pada saat Sandikala (maghrib), saya sedang merabas daun pisang untuk pakan sapi. Tak jauh dari situ, di antara pohon jagung yang sudah berbuah aku mendengar suara seorang gadis bernyanyi. Saya kenal dengan suara gadis itu, masih ada pertalian darah. Entah setan dari mana datangnya saya bernafsu untuk menggodanya. 'Kayaknya dia sendirian, aku mau remas payudaranya, ah' pikirku.

Saya mengendap-endap berjalan mendekatinya. Baru mau remas payudaranya dari belakang, ternyata dekat gadis itu ada bapaknya. Saya kaget luar biasa. 'Ngapain tuh om?' Tanyaku gelagapan, grogi.

'Nih lagi mindahin ginian' ujarnya tanpa basa-basi. Bapaknya menyekop sesuatu terbuat dari bahan pasir dan semen dibuang ke sengkedan. Lalu saya turun ke sengkedan itu, hampir saja terpeleset jatuh ke lubang dalam berdinding semen, permukaannya licin. Lalu saya mau bawa daun pisang untuk pakan sapi tapi takut sekali karena sudah malam. Saya minta tolong sama bli Mangku Didi Suprapta untuk mengantar pakai mobil avanza. Keren nih bawa pakan sapi pakai mobil.

Saya duduk di samping sopir, bli mangku Didi . Saya bercerita bahwa tadi siang saya menemukan Video Hot gadis Songan pandai bernyanyi, merdu suaranya, videonya tersebar di media sosial, didalam video itu sudah saya tambahkan video porno, video seks antara bidan dengan selingkuhannya. Saya sempat simpan linknya, tetapi saya buat judulnya 'Video Seks Bidan Bergoyang'. Mendengar ceritaku itu, bli Mangku penasaran sekali untuk menontonnya. Saya diminta untuk membuka linknya dan memutar Videonya. 'Wuaah.. ini pemangku apaan nih mau menonton Video begituan?' Ledekku dalam hati. Dalam perjalanan itu tiba-tiba saya terasa berjalan dari Denpasar ke Kintamani.

Ternyata saat sadar barulah ngeh kalau saya mimpi. Bahasa simbol yang terutama itu hal porno perlambang pemali, lalu ada kata kunci jagung. Jadi ada pemali agung. Agar lebih mudah saya bedah satu per satu maknanya;

Mimpi di atas dalam kenyataan tidak ada hampir semuanya. Hanya tegalannya saja ada, itu pun bentuknya ketika waktu saya awal sekolah SD. Lokasi di tegalan dadong atau nenek Dumun: Maknanya di pekarangan nenek saya, walau dalam mimpi nenek Dumun karena keberadaannya masih dekat dari rumah nenek. Selain itu nenek Dumun sudah tiada, tegalannya sudah pindah tangan ke orang lain. Jadi mimpi ini tak mungkin ada kendala di nenek yang sudah tiada itu. Ini hanyalah bahasa isyarat untuk merujuk ke nenek saya. Selain itu nenek saya sedang sakit.

Arahnya di barat daya tegalan: ini menujukan arah pemalinya ada di arah barat daya pekarangan.
Pakan sapi daun pisang; maknanya bila menghendaki keselamatan (biu ngaran rahayu) hendaklah dibuatkan ritual pemali agung itu (sapi ngaran sampian, ngaran banten atau ritual).

Waktu sandikala melambangkan pemali agung berkaitan dengan hal gaib, wujudnya sesuatu terbuat dari pasir dan semen. Meremas payudara simbol pemali. Ada ayahnya artinya ada penghuninya (mahkluk gaib).

Turun hampir terpeleset artinya pemali itu sudah hampir mendatangkan musibah/penyakit. Lalu minta pertolongan kepada bli Mangku Didi maknanya masih di selamatkan dewa yang disunggi bli Mangku Didi. Gak tahu nih jadi pemangku apa. Bawa mobil artinya palinggih-an (pemalinya) itu dipindahkan, memindahkannya pakai ritual/banten (makanya bawa pakan sapi, sapi atau sampi ngaran sampian, ngaran banten). Mau pulang dari Denpasar ke Kintamani artinya saya disuruh pulang kampung untuk menceritakannya, soalnya saya sedang di Denpasar.

Kalau mimpinya jelas seperti itu tak perlu digali dengan tenung tanya lara sudah berhasil membedahnya, selain itu karena tahu apa yang terjadi dengan nenek dan tahu keadaan lokasinya. Jadi dari tempat tidur tahu persis pemali agung yang dimaksud yaitu sebuah padma endep di barat daya rumah nenek. Saya tidak tahu kenapa keluarga saya membuat itu di rumah nenek. Waktu ini saya pernah menanyakan keberadaan padma tak jelas itu tapi jawabannya tidak jelas.

Selain mimpi di atas masih ada lagi mimpi tentang nenek, kasusnya hampir sama yaitu pemali agung. Mimpinya lebih sederhana dan mudah ditafsirkan. Ceritanya begini:

Saya jalan kaki di jalan raya dekat gubuk Dadong Wayan (nenek Wayan). Gubuknya ada di tenggara tanahnya. Warungnya sedang kosong tetapi saya melihat asap banyak. Ternyata di tungku dapurnya keluar api besar hendak menyambar dinding gubuknya terbuat dari bambu. Saya bergegas menyiramnya pakai air agar tidak terbakar gubuknya. Saya berhasil memadamkannya.

Saya lihat di tungkunya ada jagung yang sudah dimasak. Kebetulan saya lapar, saya curi (ngemaling). Saya makan jagungnya. Tiba-tiba datang anak muda, dia ikut-ikut mencuri jagung. Lalu lewatlah sepupu saya, bli Jero Komang membawa Truk bersama adiknya, bli jero Kembar. Karena malu, saya sembunyikan jagungnya agar tidak ketahuan mencuri jagung.

Saat tersadar merasa heran, kok lagi mimpi pemali agung ya? Bertanya-tanya dalam hati. Apa yang ada di alam mimpi itu tidak ada dalam kenyataan seperti gubuk, dapur, jagung. Yang ada di tempat itu adalah Warung. Kalau truk sepupunya itu memang ada.

Saya penasaran dengan mimpinya, apakah mimpi ini menjelaskan kembali mimpi sebelumnya? Tetapi penjelasannya beda namun maknanya sama yaitu pemali agung di rumah nenek (bahasa isyaratnya Dadong/nenek Wayan). Makna pemali agung diambil dari kata 'ngemaling jagung'. Setelah saya renungkan, ternyata pemali agungnya berbeda. Arahnya yaitu ada di Tenggara rumah nenek. Wujudnya nyerempet ke dapur.

Dalam kenyataan, di tenggara rumah nenek ada gudang di halaman rumah. Di gudang itu baru-baru ini sering dijadikan tempat masak pakai kompor gas, padahal sudah pernah saya nasehati agar tidak memasak disana, soalnya sudah pernah mimpi buruk yang maknanya kesana. Tempat memasak ini jadi pemali agung karena di utaranya terdapat jubang penampungan air. Itulah sebabnya dalam mimpi lewat bli jero komang membawa Truk. Sepupu saya itu menjadi tapakan Ratu Sakti Hulundanu, dewa penguasa Air. Jadi artinya Dapur itu secara niskala berbenturan dengan penampungan air sehingga menjadi pemali agung.

Saya menyembunyikan jagung artinya diperintahkan untuk menyembunyikan atau memindahkan pemali agungnya. Ini bisa dipindahkan biasa tanpa ritual.

Kalau menggali mimpi sendiri jauh lebih mudah mencocokan kronologi mimpi dan tentunya hampir akurat karena tahu persis apa yang telah terjadi di kenyataan dan bagaimana lokasinya. Dan hal yang paling penting kita tahu kronologi mimpinya secara detail. Itulah sebabnya mudah menafsirkan mimpi sendiri. Kalau menafsirkan mimpi orang lain hanya bisa bilang mungkin.. mungkin.. dan mungkin..

Unik! Orang Mati Hidup Lagi

Aneh dan ajaib, di jaman modern seperti saat ini masih ada orang yang bisa mengalami hal-hal mistis seperti yang dialami seorang ibu. Katanya, melihat mayat hidup lagi dan bisa bicara namun bahasa yang digunakan tidak bisa dipahami. Ibu itu juga kaget luar biasa saat melihat mayat bisa bicara. Mayat itu tidak diketahui identitasnya. Sebagaimana yang dituturkan ibu itu, begini kejadiannya:

Saya sedang duduk di belakang mobil hendak pergi ke pusat desa bersama anak saya. Anakku yang nyetir mobilnya. Di samping anakku ada sapi. Setelah beberapa saat sapinya hilang. Entah keajaiban apa yang terjadi, di tempat sapi tadi tiba-tiba ada mayat. Saya merasa ketakutan dengan kehadiran mayat itu. Namun tetap bertahan di dalam mobil meski bersama mayat.

Setelah sampai di rumah Bau R, saya bertemu seseorang yang dulu terkenal kaya. Dia berbaik hatu memberi saya ayam 'Biing Kuning', dikasih minta. Keajaiban kembali terjadi, tiba-tiba mayat itu hidup dan bisa bicara. Namun saya tidak mengerti bahasa yang digunakan, dan tidak tahu identitasnya. Saya tersadar kemudian, ternyata cuma mimpi.

Demikian cerita ibu saya tentang mimpi melihat mayat hidup lagi. Sopir dalam mimpi itu saya sendiri. Mimpi di atas tidak perlu digali dengan tenung tanya lara karena bahasa simbol yang digunakan jelas. Makna mimpi tersebut sebagai berikut:

Kendaraan atau mobil melambangkan kedudukan. Dalam konteks mimpi di atas kedudukan dimaknai sebagai 'Pelinggih-an', pelinggihan bagi sanghyang atma. Dimaknai demikian karena disertai diberi ayam, ayam simbol sang roh atau atma. Jadi kendaraan itu simbol tubuh ini, tubuh ibu saya. Mobil berisi mayat artinya tubuh kaletehan (kotor). Untuk menghilangkan kaletehan itu hendaklah dibuatkan suatu ritual, digambarkan mobil berisi sapi. Sapi atau sampi ngaran sampian, sampian ngaran banten (ritual).

Ritual yang dimaksud yaitu ritual nuasin panumadian: menyambut dan menyucikan sang roh, serupa dengan banten ngulapin dan nebusin. Hal ini dalam mimpi digambarkan dengan ayam biing kuning. Ayam lambang sang roh atau saghyang atma. Biing kuning merupakan warna bulu ayam yang harus dipakai karena ibu saya lahir Buda Pahing (pahing carunya ayam biing, buda warnanya kuning).

Sebelum mimpi seperti itu ibu saya sering sakit dan sering merasa sedih tanpa sebab. Sebenarnya ibu saya sudah pernah mimpi dengan makna yang sama. Dalam mimpi itu ibu saya mau membuat suatu ritual, lalu menggorok ayam. Setelah usai ayamnya dipanggang, ayam itu ditindih di tempat tidur.

Mimpi membuat banten (ritual) pertanda tidak baik. Begitu juga mimpi menggorok ayam, melambangkan sang roh berkurang energinya, bahasa kasarnya sang roh menderita dalam tubuh, bahkan Ia berkelana di alam lain. Mimpi menggorok ayam atau mimpi kehilangan ayam wenang ulapin: hendaklah dibuatkan ritual ngulapin.

Setelah mimpi seperti itu ibu saya jatuh sakit lagi karena tidak dituruti ritualnya karena suatu hal. Saat ibu saya sakit, saya memimpikannnya. Dalam mimpi itu ibu saya sedang sakit. Datanglah dokter dari Amerika mau mengobatinya. Ibu saya diberi tablet, baru ditelan dimuntahkan. Dokter asing itu marah, 'Fuck You' bentak dokter itu karena obatnya tidak mau ditelan.

Mimpi itu bercerita bahwa sesuunan (dewata) hendak menolong ibu saya, dilambangkan dengan dokter orang asing. Namun ibu saya tidak mau menuruti petunjuk-Nya yaitu disuruh membuat ritual seperti mimpi di atas. Hal itu membuat dewata marah pada ibu saya. Itulah sebabnya ibu saya jatuh sakit lagi.

Tumben! Kundangan Acara Nikah Teman Muslim

Musim hari baik melaksanakan kegiatan keagamaan jadi ramai dapat undangan. Mulai dari otonan (sweet seventeen ala Bali) hingga pawiwahan (perkawinan). Besok dan lagi dua hari juga dapat undangan. Tadi saja sudah dua kali kundangan dari empat undangan, satu undangan tidak dihadiri, satunya lagi undangan terunik yang pernah saya alami, kundangan ke teman beragama Islam, tumben banget kundangan ke teman muslim, disana mengalami hal lucu. Kejadiannya begini:

Saya memasuki akad nikah teman lelaki dari luar Bali, calon istrinya dari luar Bali juga, sepertinya dari Sulawesi, tetapi acara nikahnya di Bali. Ternyata calon mempelai perempuan belum datang. Undangan pada menunggu mempelai perempuan, padahal sudah tidak sabar ingin tahu wajah mempelai perempuannya.

Entah berapa lama kami sudah menunggu, datanglah keluarga mempelai perempuan membawa kue kotak sebagai mas kawin. Lalu kue itu dioper dari satu orang ke orang lainnya untuk diberikan ke keluarga pengantin pria, 'Ternyata begini tradisi orang Islam dalam acara akad nikah' batinku, soalnya tumben menyaksikan akad nikah dalam keluarga Islam.

Orang yang ditunggu akhirnya datang yaitu mempelai perempuan diiringi sanak keluarganya. Mereka memasuki rumah mempelai laki-laki. Meski beragama Islam, namun rumahnya berciri khas Hindu. Para undangan pada senang menyaksikan acaranya yang segera akan dimulai. Pengantin perempuan segera naik tangga Balai pehiasan. Begitu melangkahkan kaki naik tangga, kakinya terpeleset. Apes! Ternyata kakinya sampai patah. Segera diberi pertolongan dibawa ke arah timur.

Beberapa saat kemudian datanglah dokter cilik, kira-kira baru berumur 5 tahun. Meski masih kecil tetapi gayanya seperti dokter profesional. Saya meragukan kemampuannya, tak percaya dengan dokter cilik. Saya suruh mengobati anak kecil saja yang sakit juga. Ternyata tadi ditindih mempelai yang jatuh itu. Tak lama berselang, datang dokter perempuan, masih gadis. Sepertinya dokter ini masih mendingan. Mempelainya diobati.

Saya tinggal mereka ke arah timur. Saya bertemu Jero DA. Saya diberi HP. Seingatku itu HP milik saya, dipinjam waktu ini. Lalu saya buka HP mau mengatur tampilannya. Layar depan mau ditampilkan animasi. Ada beberapa gambar unik, ada dua yang menarik. Ada gambar animasi ikan mas kecil belang-belang berjalan berbanyak. Sepertinya saya tidak cocok pakai animasi ikan. Lalu ganti dengan animasi sapi karena saya besar di keluarga petani, sepertinya itu lebih cocok. Yang jadi dipasang animasi ibu sapi disertai anak-anaknya.

Saya tersadar dari mimpi, rada-rada kaget dengan mimpinya. Mimpi itu merupakan jawaban doa saya saat akan tidur. Saya berdoa kepada Bhatara Hyang Guru agar sembuh dari sakit batuk-batuk. Saya berdoa gara-gara mimpi di samping saya tidur ada bapak saya sedang merokok sembari terbaring. Asap rokoknya dihembuskan ke arah saya, saya dicandain. Dalam hati ngedumel, 'Pasti gara-gara ini saya sakit batuk' lirihku dalam hati. Lalu saya menutupi wajah dengan selimut.

Saya mengira sungguhan ada bapak di samping saya tidur, ternyata cuma mimpi. Mimpi tersebut bermakna bahwa Bhatara Hyang Guru menggoda saya. Gara-gara itulah saya berdoa agar disembuhkan dari sakit batuk dan dijawab melalui petunjuk mimpi di atas. Hari mimpinya jatuh pada Saniscara Umanis nuju Paniron. Jumblah uripnya 9+5+8= 22:4= 5, sisa 2, artinya Kala. Sehingga mimpi itu bermakna Kala di umahe. (Umanis ngaran umah). Disesuaikan dengan kronologi mimpinya kala yang dimaksud yaitu pemali. Dari hal itu maka mimpi tersebut berdasarkan kronologinya dapat diartikan sebagai berikut:

Berada di acara nikah pertanda rumah leteh (kotor). Kekotoran ini datang dari pemali, diambil dari makna dokter kecil. Lalu, disuruh mempersiapkan sarana persembahan, digambarkan dengan mas Kawin merupa kue kotak. Kue dimaknai makanan, makanan dimaknai persembahan. Keletehan pada rumah mendatangkan banyak musibah atau hal buruk, hal ini digambarkan melihat animasi banyak ikan. Hal buruk sudah terjadi, hampir semua keluarga saya jatuh sakit, bersyukur untung sakit ringan, dalam mimpi digambarkan dengan ikan kecil-kecil. Untuk mencegah hal buruk itu disuruh membuat beberapa ritual atau banten. Banten kecil dan besar. Hal ini dimaknai dari animasi ibu Sapi disertai anak-anaknya. Sapi atau sampi ngaran sampian, sampian ngaran banten.

Setelah pemugaran rumah, keluarga saya baru membuat banten caru kecil. Banten yang seharusnya dilaksanakan yaitu upacara Nglemakuh dan Mlaspas, namun masih ditunda. Hal inilah mendatangkan 'gegodaan' di keluarga saya. Petunjuk mimpinya jelas tetapi belum dilaksanakan karena faktor ekonomi.
 ...
Didatangi Bhatara Tiga

Membaca status teman facebook tentang mimpi pangeran Wiliam dan Isterinya bertamu ke tamannya, saya jadi teringat dengan mimpi saya beberapa waktu lalu dikunjungi artis India yang terkenal di seluruh dunia. Ceritanya begini:

Sedang berada dekat kandang sapi, sedang tidur-tiduran. Datanglah guru S (pemangku dewa kembar), saya dibangunkan. Katanya akan ada tiga orang India bertamu. Beberapa saat kemudian mereka datang ke kandang sapi dekat saya tidur. Menurut pengakuannya mereka bertiga artis musik terompet yang terkenal di seluruh dunia. Lalu, saya ingin mereka unjuk kebolehan di hadapan saya. Ternyata tidak begitu menarik permainan musiknya. Melihat saya kecewa, mereka meletakan alat musiknya. Mereka lalu main musik dengan mulutnya. Mengagumkan!

Seusai menghibur saya, tamunya juga memberikan saya uang 500 ribu pecahan baru. Juga diberikan kakak saya. Saya tak mau serakah, uang itu saya kembalikan, saya hanya minta 100rb. Itupun sepertinya uang palsu, soalnya bentuknya berubah-ubah.

Entah apa yang terjadi, tiba-tiba mereka sudah berada di rumah. Mereka disambut bapak saya, dipanggil guru. 'Guru, tamunya sudah disuguhi makanan?' Tanyaku. Pertanyaan saya tidak dijawab. Tamu yang datang bertamu ternyata sempat melihat kamulan saya.

Saya menafsirkan mimpi itu bahwa saya didatangi Bhatara tiga. Disimbolkan dengan orang asing dari India dan terkenal di seluruh dunia. Sebagaimana menurut tradisi turun temurun bahwa mimpi didatangi orang asing itu simbol sesuunan (dewata).

Diberi uang pertanda tidak baik, hendak diberikan musibah. Akan tetapi karena uang itu saya kembalikan, hanya sedikit mau saya ambil maka musibah itu perlambang musibah ringan. Untuk mencegah musibahnya disuruh membuat suatu ritual dilambangkan dengan keberadaan saya di kandang sapi. Sapi ngaran sampian, sampian ngaran banten (ritual). Dibangunkan guru S artinya saya disadarkan oleh Dewa Kembar. Tamu itu disambut bapak saya melambangkan bhatara tiga disambut Bhatara Hyang Guru.

Banten yang dimaksud awalnya saya kira banten persembahan harian karena dalam mimpi saya bertanya tentang suguhan makanan kepada bapaknya. Selain itu selama dua hari berturut-turut saya tidak sembahyang karena suatu hal. Lalu dua harinya saya jatuh sakit, sakit ringan, batuk-batuk. Waktu mulai sakit itu mimpi kundangan ke acara pernikahan teman muslim seperti ulasan pada status sebelumnya. Disitulah baru saya berhasil membongkar maksud kehadiran bhatara tiga ke dalam mimpi.
....

 Kalau Benar, Saya Tidak Takut Mati

Ada saja orang berulah bikin marah tingkat iblis sehingga emosi meledak. Saya orangnya jarang marah, akan tetapi kalau marah bisa mengamuk membabi buta. Siapa yang tidak emosi bila diperlakukan kasar tanpa alasan yang jelas seperti kejadian tadi. Kronologinya begini:

Saya masuk ke kamar suci, tempat sembahyang. Disana saya melihat ada teman tiga orang di ruangan yang lebih suci. Karena saya mau berjapa atau meditasi, tidak peduli dengan kehadiran mereka. Karena tujuannya memang mau meditasi tidak perlu mempedulikan yang lainnya. Lalu saya memusatkan pikiran dengan angranasika, memusatkan pikiran dengan memandang ujung hidung.

Entah apa maksudnya, ada orang yang menabrak saya sampai terguling. Setelah buka mata ternyata salah satu teman tadi yang ada di dalam, Jero Topan namanya. Emosi saya membara diperlakukan seperti itu tanpa alasan yang jelas. Secepat kilat saya mengambil bambu sepanjang tongkat, lalu saya menghantam Jero Topan. Dia tak kena, dia berhasil menepisnya. Lalu dia berlari keluar rumah, saya mengejarnya. Di halaman rumah kami saling serang meski ada bapak saya sedang berbincang-bincang dengan seseorang. Saya dihantam dengan kayu, saya tangkis dengan kaki. Saya berbalik menyerang dengan pentungan dan berhasil memukul punggungnya.

Mendengar keributan itu, ibu saya keluar hendak memisahkan kami tetapi saya tidak mau berhenti bertengkar, 'Kalau saya benar, sampai mati pun tidak takut bertengkar. Ini soal harga diri' ujarku kepada ibu saya. Bapak saya sama temannya hanya menonton kami. Entah kenapa kami dibiarkan bertengkar habis-habisan, bunuh-bunuhan.

Saya melihat Jero Topan sudah ada di seberang jalan. Saya bergegas mengejarnya membawa pentungan. Disana dia saya hantam di tepi jalan hingga roboh dekat pohon kayu cemPINIS yang tumbang, rantingnya pada patah.

'Sudah! Hentikan!' Teriak ibuku. Tubuh jero Topan tiba-tiba berubah jadi daging sebesar kepalan tangan. Saya 'culik-culik' dagingnya bersama ibu pakai kayu karena ngeri melihat daging Jero Topan.

Saat tersadar merasa lelah terbangun dari mimpi, tidur siang lagi. Saya merenung sejenak, apa salah saya hingga mimpi bertengkar dengan orang yang menjadi jero dasaran (tapakan dewa), apa mungkin masih ada kendala di rumah hingga dewata marah sama saya? Demikian pertanyaan berkecamuk dalam pikiran. Saya memaknai mimpi itu sebagai 'Kalan Sesuunan' (kemarahan dewa) karena Jero Topan menjadi Pedasaran Ratu Ngurah Dalem Balingkang. Tetapi ragu, apa mungkin ada dosa yang saya lakukan hingga Bhatara marah sama saya. Hal itu didukung dengan hari mimpinya yang jatuh pada hari Wraspati Umanis nuju Urukung. Jumblah uripnya 8+5+5= 18:4= 4, sisa 2, artinya Kala. Dimaknai Kala di umahe (kala di rumah). Umah diambil dari kata Umanis.

Saya ceritakan ke bapak saya detail mimpinya. Ternyata artinya bahwa 'Kalan Sesuunan sudah hilang' dan juga keletehan (kekotoran) rumah sudah berakhir. Hal itu dimaknai dari: bertengkar dengan Jero Topan melambangkan 'Kalan Sesuunan'. Tetapi karena Jero Topan kalah hingga berubah jadi mayat sebesar kepalan tangan dan keluar rumah ke seberang jalan, ini melambangkan kekotoran rumah telah hilang.

Kaletehan rumah telah dinyatakan hilang karena kemarin sudah membuat ritual caru pabersihan rumah. Sisa-sisa carunya itu dibuang ke tempat dimana Jero Topan jadi mayat dalam mimpi. Dengan demikian bahwa Sesuunan yaitu Bhatara Hyang Guru (I Meme miwah I Bapa) menyamar menjadi bapak saya dan ibu saya, dan juga sesuunan lainnya telah menerima dan mengesahkan ritual pabersihan rumah kemarin. Hal itu didukung dengan penggambaran mimpi melihat pohon kayu cempinis tumbang. Apabila mimpi kayu tumbang pertanda tidak baik, akan tetapi karena kayu cemFINISH tumbang maka artinya hal buruk telah berakhir; Finish.

Kira-kira seperti itu maknanya. Hampir saja saya salah memaknainya.

Bertemu Anak yang Ingat Kehidupan Sebelum Lahir

 Dari arah utara datang teman saya waktu SD, membawa mobil hasil minjam sama Wa Kadek dari Kayuselem. Dia mengajak seorang wanita bersama anak kecil. Mungkin istri dan anaknya. Mereka mampir ke rumah saya. Kami mengobrolkan masalah yang dihadapinya. Ternyata dia sudah tidak sayang sama wanita yang diajaknya itu.

Beberapa saat kemudian, teman saya yang cowok itu hendak pergi. Istrinya cepat menyadarinya, bergegas ikut naik ke mobil putih. Sepertinya teman saya marah, lalu dia ngebut bawa mobil seperti orang mabuk. Di kejauhan saya melihat mobilnya pontang-panting, dan sempat terlihat mendaki sengkedan. Pokoknya gila-gilaan gayanya menyopir.

Entah kenapa dia berbalik arah melaju mendekati saya. Dia lewat di jalan raya di depan rumah saya. Memikirkan kelakuannya tadi, saya marah melihatnya lewat di depan rumah. Saya lempari mobilnya dengan batu sebesar kepalan tangan. Piarrr! Kaca belakang mobilnya pecah. Kakak dan bapak saya (dipanggil guru) ikut-ikutan melemparinya sampai kaca mobilnya hancur berkeping-keping. Teman saya tampaknya marah diperlakukan seperti itu. 'Habis sudah nasib saya. Nanti kalau dilaporkan ke polisi bisa-bisa saya dipenjara. Mudah-mudahan tidak seperti itu, lagi pula kakak dan guru juga ikut melemparnya' pikirku dalam hati.

Tidak diceritakan apa yang terjadi kemudian. Saya masuk ke kamar menggendong anak kecil laki-laki, anak wanita yang ditinggal tadi. Saya ingin menjaga anak itu sebagai anak angkat. Mungkin saya akan menjadi seorang single father.

Anak kecil itu kini tumbuh besar, sudah pandai bicara. Suatu hari saya mengajaknya ke timur laut rumah, sekira 300 meter. Disana saya mendengarkan curhatnya. Yang menakjubkan, katanya dia ingat masa lalunya. Dia mati tujuh tahun lalu dan kini sudah menjelma (reinkarnasi). Hidup di keluarga berbaju seperti ninja.

Sesaat kemudian kami hendak menuju rumah. Saya berjalan ke barat sedikit meninggalkan anak itu, saya naik ke gundukan, ternyata disana bekas kuburan. Seperti kuburan china, tapi bukan, malah foto yang terpajang ternyata orang berpakaian jepang, wajahnya laki-laki. 'Mungkin ini foto ayah anak itu' gerutuku dalam hati. Samar-samar saya melihat tulisan china atau jepang, bacaannya 'You Li'. Mungkin nama ayah anak itu.

Saya kembali ke tempat anak tadi. Lalu kami jalan menurun. Setelah berjalan beberapa saat, di sebelah barat berjarak sekira 100 meter, saya melihat dua orang sedang bertengkar dan menangis. Sepertinya pasangan kekasih yang sudah dewasa. Dilihat dari percakapannya dan gerak-geriknya, lelaki itu mau mengajak wanita itu untuk hidup bersama kembali. Samar-samar wanita itu namanya San Kyu Wi (mungkin orang china atau Jepang). Tampaknya lelaki itu menyesali mengabaikan wanita itu yang telah dihamilinya. Mungkin wanita itu melahirkan dan membesarkan anaknya seorang diri. Wanita itu ingin lari, namun tangannya ditarik lelaki itu, seakan tak mau berpisah.

'Mamaaa... sayaang... ' jerit anak yang saya ajak. Sedih saya mendengar jeritannya. Bikin hati terasa pilu. Ternyata wanita itu ibunya dan lelaki itu ayahnya yang tega menyia-nyiakan anaknya yang waktu itu masih ada dalam kandungan. Anak itu lalu bergegas hendak menghampiri ibunya. Entah apa yang terjadi tiba-tiba tempat dan kedua orang itu menghilang. Ternyata kami berdua melihat masa lalu kehidupan ayah dan ibu anak itu.

Yang terlihat sekarang di tempat pasangan kekasih tadi terdapat rumah modern. Di halaman rumah itu saya melihat laki-laki duduk di atas motor menghadap ke timur. Anehnya, orang itu mirip saya gayanya.

Akhirnya tersadar bahwa saya sedang di atas tempat tidur. Mimpi di atas melambangkan pemali karena dalam mimpi menggendong anak kecil. Anak kecil itu dibawa masuk ke rumah, artinya pemali di rumah. Pemali yang dimaksud benda mati karena dalam mimpi bercerita tentang kematian lalu lahir kembali. Saya bangun dari tidur jam 3 dini hari, lalu keluar mau ke WC. Selesai dari WC saya melihat motor Jupiter MX warna putih-biru di halaman rumah menghadap ke timur, di luar pekarangan. Saya menyadari, mungkin motor inilah yang dimaksud dalam mimpi. Kemudian saya memindahkannya ke dalam pekarangan. Motor ini sudah ditaruh sejak dua hari karena mati. Diluar pekarangan saya ini dilalui jalan niskala (jalan di alam gaib). Apa saja yang saya taruh di tempat ini maka akan menimbulkan gangguan niskala, sehingga mimpi aneh-aneh, terutama bila menaruhnya agak lama, lebih dari semalam sehingga menjadi pemali. Mimpi akibat pemali memang kadang lucu, kadang seram, bahkan menyenangkan seperti mimpi berhubungan seks dengan orang yang kita kenal.

Motor Jupiternya buatan Jepang makanya dalam mimpi nyerempet ke orang Jepang.

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts