e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Bertemu Anak yang Ingat Kehidupan Sebelum Lahir

 Dari arah utara datang teman saya waktu SD, membawa mobil hasil minjam sama Wa Kadek dari Kayuselem. Dia mengajak seorang wanita bersama anak kecil. Mungkin istri dan anaknya. Mereka mampir ke rumah saya. Kami mengobrolkan masalah yang dihadapinya. Ternyata dia sudah tidak sayang sama wanita yang diajaknya itu.

Beberapa saat kemudian, teman saya yang cowok itu hendak pergi. Istrinya cepat menyadarinya, bergegas ikut naik ke mobil putih. Sepertinya teman saya marah, lalu dia ngebut bawa mobil seperti orang mabuk. Di kejauhan saya melihat mobilnya pontang-panting, dan sempat terlihat mendaki sengkedan. Pokoknya gila-gilaan gayanya menyopir.

Entah kenapa dia berbalik arah melaju mendekati saya. Dia lewat di jalan raya di depan rumah saya. Memikirkan kelakuannya tadi, saya marah melihatnya lewat di depan rumah. Saya lempari mobilnya dengan batu sebesar kepalan tangan. Piarrr! Kaca belakang mobilnya pecah. Kakak dan bapak saya (dipanggil guru) ikut-ikutan melemparinya sampai kaca mobilnya hancur berkeping-keping. Teman saya tampaknya marah diperlakukan seperti itu. 'Habis sudah nasib saya. Nanti kalau dilaporkan ke polisi bisa-bisa saya dipenjara. Mudah-mudahan tidak seperti itu, lagi pula kakak dan guru juga ikut melemparnya' pikirku dalam hati.

Tidak diceritakan apa yang terjadi kemudian. Saya masuk ke kamar menggendong anak kecil laki-laki, anak wanita yang ditinggal tadi. Saya ingin menjaga anak itu sebagai anak angkat. Mungkin saya akan menjadi seorang single father.

Anak kecil itu kini tumbuh besar, sudah pandai bicara. Suatu hari saya mengajaknya ke timur laut rumah, sekira 300 meter. Disana saya mendengarkan curhatnya. Yang menakjubkan, katanya dia ingat masa lalunya. Dia mati tujuh tahun lalu dan kini sudah menjelma (reinkarnasi). Hidup di keluarga berbaju seperti ninja.

Sesaat kemudian kami hendak menuju rumah. Saya berjalan ke barat sedikit meninggalkan anak itu, saya naik ke gundukan, ternyata disana bekas kuburan. Seperti kuburan china, tapi bukan, malah foto yang terpajang ternyata orang berpakaian jepang, wajahnya laki-laki. 'Mungkin ini foto ayah anak itu' gerutuku dalam hati. Samar-samar saya melihat tulisan china atau jepang, bacaannya 'You Li'. Mungkin nama ayah anak itu.

Saya kembali ke tempat anak tadi. Lalu kami jalan menurun. Setelah berjalan beberapa saat, di sebelah barat berjarak sekira 100 meter, saya melihat dua orang sedang bertengkar dan menangis. Sepertinya pasangan kekasih yang sudah dewasa. Dilihat dari percakapannya dan gerak-geriknya, lelaki itu mau mengajak wanita itu untuk hidup bersama kembali. Samar-samar wanita itu namanya San Kyu Wi (mungkin orang china atau Jepang). Tampaknya lelaki itu menyesali mengabaikan wanita itu yang telah dihamilinya. Mungkin wanita itu melahirkan dan membesarkan anaknya seorang diri. Wanita itu ingin lari, namun tangannya ditarik lelaki itu, seakan tak mau berpisah.

'Mamaaa... sayaang... ' jerit anak yang saya ajak. Sedih saya mendengar jeritannya. Bikin hati terasa pilu. Ternyata wanita itu ibunya dan lelaki itu ayahnya yang tega menyia-nyiakan anaknya yang waktu itu masih ada dalam kandungan. Anak itu lalu bergegas hendak menghampiri ibunya. Entah apa yang terjadi tiba-tiba tempat dan kedua orang itu menghilang. Ternyata kami berdua melihat masa lalu kehidupan ayah dan ibu anak itu.

Yang terlihat sekarang di tempat pasangan kekasih tadi terdapat rumah modern. Di halaman rumah itu saya melihat laki-laki duduk di atas motor menghadap ke timur. Anehnya, orang itu mirip saya gayanya.

Akhirnya tersadar bahwa saya sedang di atas tempat tidur. Mimpi di atas melambangkan pemali karena dalam mimpi menggendong anak kecil. Anak kecil itu dibawa masuk ke rumah, artinya pemali di rumah. Pemali yang dimaksud benda mati karena dalam mimpi bercerita tentang kematian lalu lahir kembali. Saya bangun dari tidur jam 3 dini hari, lalu keluar mau ke WC. Selesai dari WC saya melihat motor Jupiter MX warna putih-biru di halaman rumah menghadap ke timur, di luar pekarangan. Saya menyadari, mungkin motor inilah yang dimaksud dalam mimpi. Kemudian saya memindahkannya ke dalam pekarangan. Motor ini sudah ditaruh sejak dua hari karena mati. Diluar pekarangan saya ini dilalui jalan niskala (jalan di alam gaib). Apa saja yang saya taruh di tempat ini maka akan menimbulkan gangguan niskala, sehingga mimpi aneh-aneh, terutama bila menaruhnya agak lama, lebih dari semalam sehingga menjadi pemali. Mimpi akibat pemali memang kadang lucu, kadang seram, bahkan menyenangkan seperti mimpi berhubungan seks dengan orang yang kita kenal.

Motor Jupiternya buatan Jepang makanya dalam mimpi nyerempet ke orang Jepang.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts