e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Tumben! Kundangan Acara Nikah Teman Muslim

Musim hari baik melaksanakan kegiatan keagamaan jadi ramai dapat undangan. Mulai dari otonan (sweet seventeen ala Bali) hingga pawiwahan (perkawinan). Besok dan lagi dua hari juga dapat undangan. Tadi saja sudah dua kali kundangan dari empat undangan, satu undangan tidak dihadiri, satunya lagi undangan terunik yang pernah saya alami, kundangan ke teman beragama Islam, tumben banget kundangan ke teman muslim, disana mengalami hal lucu. Kejadiannya begini:

Saya memasuki akad nikah teman lelaki dari luar Bali, calon istrinya dari luar Bali juga, sepertinya dari Sulawesi, tetapi acara nikahnya di Bali. Ternyata calon mempelai perempuan belum datang. Undangan pada menunggu mempelai perempuan, padahal sudah tidak sabar ingin tahu wajah mempelai perempuannya.

Entah berapa lama kami sudah menunggu, datanglah keluarga mempelai perempuan membawa kue kotak sebagai mas kawin. Lalu kue itu dioper dari satu orang ke orang lainnya untuk diberikan ke keluarga pengantin pria, 'Ternyata begini tradisi orang Islam dalam acara akad nikah' batinku, soalnya tumben menyaksikan akad nikah dalam keluarga Islam.

Orang yang ditunggu akhirnya datang yaitu mempelai perempuan diiringi sanak keluarganya. Mereka memasuki rumah mempelai laki-laki. Meski beragama Islam, namun rumahnya berciri khas Hindu. Para undangan pada senang menyaksikan acaranya yang segera akan dimulai. Pengantin perempuan segera naik tangga Balai pehiasan. Begitu melangkahkan kaki naik tangga, kakinya terpeleset. Apes! Ternyata kakinya sampai patah. Segera diberi pertolongan dibawa ke arah timur.

Beberapa saat kemudian datanglah dokter cilik, kira-kira baru berumur 5 tahun. Meski masih kecil tetapi gayanya seperti dokter profesional. Saya meragukan kemampuannya, tak percaya dengan dokter cilik. Saya suruh mengobati anak kecil saja yang sakit juga. Ternyata tadi ditindih mempelai yang jatuh itu. Tak lama berselang, datang dokter perempuan, masih gadis. Sepertinya dokter ini masih mendingan. Mempelainya diobati.

Saya tinggal mereka ke arah timur. Saya bertemu Jero DA. Saya diberi HP. Seingatku itu HP milik saya, dipinjam waktu ini. Lalu saya buka HP mau mengatur tampilannya. Layar depan mau ditampilkan animasi. Ada beberapa gambar unik, ada dua yang menarik. Ada gambar animasi ikan mas kecil belang-belang berjalan berbanyak. Sepertinya saya tidak cocok pakai animasi ikan. Lalu ganti dengan animasi sapi karena saya besar di keluarga petani, sepertinya itu lebih cocok. Yang jadi dipasang animasi ibu sapi disertai anak-anaknya.

Saya tersadar dari mimpi, rada-rada kaget dengan mimpinya. Mimpi itu merupakan jawaban doa saya saat akan tidur. Saya berdoa kepada Bhatara Hyang Guru agar sembuh dari sakit batuk-batuk. Saya berdoa gara-gara mimpi di samping saya tidur ada bapak saya sedang merokok sembari terbaring. Asap rokoknya dihembuskan ke arah saya, saya dicandain. Dalam hati ngedumel, 'Pasti gara-gara ini saya sakit batuk' lirihku dalam hati. Lalu saya menutupi wajah dengan selimut.

Saya mengira sungguhan ada bapak di samping saya tidur, ternyata cuma mimpi. Mimpi tersebut bermakna bahwa Bhatara Hyang Guru menggoda saya. Gara-gara itulah saya berdoa agar disembuhkan dari sakit batuk dan dijawab melalui petunjuk mimpi di atas. Hari mimpinya jatuh pada Saniscara Umanis nuju Paniron. Jumblah uripnya 9+5+8= 22:4= 5, sisa 2, artinya Kala. Sehingga mimpi itu bermakna Kala di umahe. (Umanis ngaran umah). Disesuaikan dengan kronologi mimpinya kala yang dimaksud yaitu pemali. Dari hal itu maka mimpi tersebut berdasarkan kronologinya dapat diartikan sebagai berikut:

Berada di acara nikah pertanda rumah leteh (kotor). Kekotoran ini datang dari pemali, diambil dari makna dokter kecil. Lalu, disuruh mempersiapkan sarana persembahan, digambarkan dengan mas Kawin merupa kue kotak. Kue dimaknai makanan, makanan dimaknai persembahan. Keletehan pada rumah mendatangkan banyak musibah atau hal buruk, hal ini digambarkan melihat animasi banyak ikan. Hal buruk sudah terjadi, hampir semua keluarga saya jatuh sakit, bersyukur untung sakit ringan, dalam mimpi digambarkan dengan ikan kecil-kecil. Untuk mencegah hal buruk itu disuruh membuat beberapa ritual atau banten. Banten kecil dan besar. Hal ini dimaknai dari animasi ibu Sapi disertai anak-anaknya. Sapi atau sampi ngaran sampian, sampian ngaran banten.

Setelah pemugaran rumah, keluarga saya baru membuat banten caru kecil. Banten yang seharusnya dilaksanakan yaitu upacara Nglemakuh dan Mlaspas, namun masih ditunda. Hal inilah mendatangkan 'gegodaan' di keluarga saya. Petunjuk mimpinya jelas tetapi belum dilaksanakan karena faktor ekonomi.
 ...
Didatangi Bhatara Tiga

Membaca status teman facebook tentang mimpi pangeran Wiliam dan Isterinya bertamu ke tamannya, saya jadi teringat dengan mimpi saya beberapa waktu lalu dikunjungi artis India yang terkenal di seluruh dunia. Ceritanya begini:

Sedang berada dekat kandang sapi, sedang tidur-tiduran. Datanglah guru S (pemangku dewa kembar), saya dibangunkan. Katanya akan ada tiga orang India bertamu. Beberapa saat kemudian mereka datang ke kandang sapi dekat saya tidur. Menurut pengakuannya mereka bertiga artis musik terompet yang terkenal di seluruh dunia. Lalu, saya ingin mereka unjuk kebolehan di hadapan saya. Ternyata tidak begitu menarik permainan musiknya. Melihat saya kecewa, mereka meletakan alat musiknya. Mereka lalu main musik dengan mulutnya. Mengagumkan!

Seusai menghibur saya, tamunya juga memberikan saya uang 500 ribu pecahan baru. Juga diberikan kakak saya. Saya tak mau serakah, uang itu saya kembalikan, saya hanya minta 100rb. Itupun sepertinya uang palsu, soalnya bentuknya berubah-ubah.

Entah apa yang terjadi, tiba-tiba mereka sudah berada di rumah. Mereka disambut bapak saya, dipanggil guru. 'Guru, tamunya sudah disuguhi makanan?' Tanyaku. Pertanyaan saya tidak dijawab. Tamu yang datang bertamu ternyata sempat melihat kamulan saya.

Saya menafsirkan mimpi itu bahwa saya didatangi Bhatara tiga. Disimbolkan dengan orang asing dari India dan terkenal di seluruh dunia. Sebagaimana menurut tradisi turun temurun bahwa mimpi didatangi orang asing itu simbol sesuunan (dewata).

Diberi uang pertanda tidak baik, hendak diberikan musibah. Akan tetapi karena uang itu saya kembalikan, hanya sedikit mau saya ambil maka musibah itu perlambang musibah ringan. Untuk mencegah musibahnya disuruh membuat suatu ritual dilambangkan dengan keberadaan saya di kandang sapi. Sapi ngaran sampian, sampian ngaran banten (ritual). Dibangunkan guru S artinya saya disadarkan oleh Dewa Kembar. Tamu itu disambut bapak saya melambangkan bhatara tiga disambut Bhatara Hyang Guru.

Banten yang dimaksud awalnya saya kira banten persembahan harian karena dalam mimpi saya bertanya tentang suguhan makanan kepada bapaknya. Selain itu selama dua hari berturut-turut saya tidak sembahyang karena suatu hal. Lalu dua harinya saya jatuh sakit, sakit ringan, batuk-batuk. Waktu mulai sakit itu mimpi kundangan ke acara pernikahan teman muslim seperti ulasan pada status sebelumnya. Disitulah baru saya berhasil membongkar maksud kehadiran bhatara tiga ke dalam mimpi.
....

 Kalau Benar, Saya Tidak Takut Mati

Ada saja orang berulah bikin marah tingkat iblis sehingga emosi meledak. Saya orangnya jarang marah, akan tetapi kalau marah bisa mengamuk membabi buta. Siapa yang tidak emosi bila diperlakukan kasar tanpa alasan yang jelas seperti kejadian tadi. Kronologinya begini:

Saya masuk ke kamar suci, tempat sembahyang. Disana saya melihat ada teman tiga orang di ruangan yang lebih suci. Karena saya mau berjapa atau meditasi, tidak peduli dengan kehadiran mereka. Karena tujuannya memang mau meditasi tidak perlu mempedulikan yang lainnya. Lalu saya memusatkan pikiran dengan angranasika, memusatkan pikiran dengan memandang ujung hidung.

Entah apa maksudnya, ada orang yang menabrak saya sampai terguling. Setelah buka mata ternyata salah satu teman tadi yang ada di dalam, Jero Topan namanya. Emosi saya membara diperlakukan seperti itu tanpa alasan yang jelas. Secepat kilat saya mengambil bambu sepanjang tongkat, lalu saya menghantam Jero Topan. Dia tak kena, dia berhasil menepisnya. Lalu dia berlari keluar rumah, saya mengejarnya. Di halaman rumah kami saling serang meski ada bapak saya sedang berbincang-bincang dengan seseorang. Saya dihantam dengan kayu, saya tangkis dengan kaki. Saya berbalik menyerang dengan pentungan dan berhasil memukul punggungnya.

Mendengar keributan itu, ibu saya keluar hendak memisahkan kami tetapi saya tidak mau berhenti bertengkar, 'Kalau saya benar, sampai mati pun tidak takut bertengkar. Ini soal harga diri' ujarku kepada ibu saya. Bapak saya sama temannya hanya menonton kami. Entah kenapa kami dibiarkan bertengkar habis-habisan, bunuh-bunuhan.

Saya melihat Jero Topan sudah ada di seberang jalan. Saya bergegas mengejarnya membawa pentungan. Disana dia saya hantam di tepi jalan hingga roboh dekat pohon kayu cemPINIS yang tumbang, rantingnya pada patah.

'Sudah! Hentikan!' Teriak ibuku. Tubuh jero Topan tiba-tiba berubah jadi daging sebesar kepalan tangan. Saya 'culik-culik' dagingnya bersama ibu pakai kayu karena ngeri melihat daging Jero Topan.

Saat tersadar merasa lelah terbangun dari mimpi, tidur siang lagi. Saya merenung sejenak, apa salah saya hingga mimpi bertengkar dengan orang yang menjadi jero dasaran (tapakan dewa), apa mungkin masih ada kendala di rumah hingga dewata marah sama saya? Demikian pertanyaan berkecamuk dalam pikiran. Saya memaknai mimpi itu sebagai 'Kalan Sesuunan' (kemarahan dewa) karena Jero Topan menjadi Pedasaran Ratu Ngurah Dalem Balingkang. Tetapi ragu, apa mungkin ada dosa yang saya lakukan hingga Bhatara marah sama saya. Hal itu didukung dengan hari mimpinya yang jatuh pada hari Wraspati Umanis nuju Urukung. Jumblah uripnya 8+5+5= 18:4= 4, sisa 2, artinya Kala. Dimaknai Kala di umahe (kala di rumah). Umah diambil dari kata Umanis.

Saya ceritakan ke bapak saya detail mimpinya. Ternyata artinya bahwa 'Kalan Sesuunan sudah hilang' dan juga keletehan (kekotoran) rumah sudah berakhir. Hal itu dimaknai dari: bertengkar dengan Jero Topan melambangkan 'Kalan Sesuunan'. Tetapi karena Jero Topan kalah hingga berubah jadi mayat sebesar kepalan tangan dan keluar rumah ke seberang jalan, ini melambangkan kekotoran rumah telah hilang.

Kaletehan rumah telah dinyatakan hilang karena kemarin sudah membuat ritual caru pabersihan rumah. Sisa-sisa carunya itu dibuang ke tempat dimana Jero Topan jadi mayat dalam mimpi. Dengan demikian bahwa Sesuunan yaitu Bhatara Hyang Guru (I Meme miwah I Bapa) menyamar menjadi bapak saya dan ibu saya, dan juga sesuunan lainnya telah menerima dan mengesahkan ritual pabersihan rumah kemarin. Hal itu didukung dengan penggambaran mimpi melihat pohon kayu cempinis tumbang. Apabila mimpi kayu tumbang pertanda tidak baik, akan tetapi karena kayu cemFINISH tumbang maka artinya hal buruk telah berakhir; Finish.

Kira-kira seperti itu maknanya. Hampir saja saya salah memaknainya.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts