e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Hindari Menikah dengan Orang Seumuran

Ada seseorang yang pernah meledekku gara-gara dianggap pecinta daun muda, maksudnya suka mencari cewek yang umurnya jauh berbeda. Perbedaanya berkisar 4-10 tahun. Tetapi ledekan seperti itu tak membuatku marah atau pun merasa terhina karena saya anggap prinsipku benar.

Fakta mengejutkan yang sering saya lihat; orang yang menikah seumuran sering berantem, ribut-ribut. Menurut asumsi saya, hal ini terjadi karena pasangan suami istri yang seumuran merasa berkedudukan yang sama. “Lu marah sama gue, gua juga bisa marah sama lu” kira-kira seperti itu bahasa ala anak muda. Kamu bisa, saya juga bisa. Syukur kalau hal positif. Tapi biasanya cenderung hal negatif. “Lo selingkuh, gue juga bisa selingkuh”. Istri seumuran cenderung suka melawan suami, kecuali istri yang berhati mulia. Sedangkan lelaki merasa terintimidasi, sehingga sebagai suami tentu menjadi berontak. Tumbuhlah ego yang sama-sama besar dalam hubunga mereka.

Kira-kira seperti itul sekelumit masalah yang dihadapi pasangan  menikah seumuran, dimana cenderung terjadi konflik. Bagaimana dengan yang berbeda umur? jika lebih tua istri, ini sangat mengerikan. Bisa-bisa suami diperlakukan seperti anak, bahkan dijadikan pembantu. Itu terlalu kejam, namun paling umum yang terjadi suami bergelar STI, suami takut istri.

Idealnya, istri lebih muda. Perbedaan umur menurut keterangan beberapa kitab suci cukup bervariatif. Minimal berumur 16 tahun (suami) berbanding berumur 12 tahun (istri), dengan kata lain selisih 4 tahun. Batasan maksimal, suami 34 tahun, istri 24 tahun. Selisih 10 tahun. Lumayan jauh. Tetapi tetap masih menjadikan hubungan harmonis. Ada juga keterangan kitab purana selisihnya 3 tahun. Suami 19 tahun, istri 16 tahun. [Kalau tak salah saya mengingatnya seperti itu]. Sedangkan perbedaan umur menikah pada masyarakat Indonesia pada umumnya 3- 5 tahun. Sebagaimana dikutip dari situs vemale, bahwa di Amerika, rata-rata orang menikah dengan pria yang usianya 2-3 tahun lebih tua. Usia tersebut merupakan usia yang pas dan cukup sebagai pasangan.

Dari perbedaan umur tersebut menyebabkan pasangan suami-istri menaruh rasa hormat terhadap pasangan. Dari rasa hormat inilah sumber cinta yang langgeng pasangan suami istri. Seperti kata bijak Mario Teguh, “ Cinta itu penghormatan”.

Akibat saling memiliki rasa hormat menghormati, maka tak berpikiran untuk selingkuh, tak mau berantem, selalu menjaga sikap. Ada rasa sungkan untuk membuat masalah dengan pasangan, dengan kata lain selalu ingin menyayanginya, memberikan yang terbaik untuknya.

Dari hasil penelitian di Jerman, seperti dikutip dari Glamour.com, dikatakan bahwa 20% wanita yang menikahi pria 7-9 tahun lebih muda, berpotensi meninggal lebih cepat. Sedangkan menikahi pria lebih tua, memberikan keuntungan yang lebih. 

2 Komentar:

Burhan Sanjaya mengatakan...

Terimakasih informasinya dari artikel anda, tentang Sisi positif punya pacar yang seumuran berikut artikel yang terkait tersebut di SISI POSITIF DAN NEGATIF PACARAN YANG SEUMURAN

NB: Mohon tolong admin untuk di approve komentar saya ini bukan spam saya ketik sendiri komentarnya, kita saling membantu saja...kalau tidak ada dirugiakan apa salahnya saling membantu,, untuk kepentingan Seo dan kepentingan pengunjung blog anda mendapatkan informasi yang terkait terimakasih admin

Sarah mengatakan...

Argumen anda tidak subjektif dan tidak seimbang. Banyak pasangan seumuran yang lebih langgeng lihat saja Habibie dan Ainun yg bertahan hingga akhir hayat..

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts