e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Memimpikan Orang yang Disayang itu Sesuatu Banget

Banyak orang beranggapan memimpikan orang yang dicintai, dirindukan, disayang, itu sebagai pertanda bahwa seseorang terlalu terobsesi pada pujaan hatinya, terlalu memikirkan tambatan hati.

Mungkin sebagian ada benarnya, akan tetapi aku kurang sependapat. Dari pengalamanku memimpikan orang yang aku cintai, tak sesuai dengan pandangan umum, justru memimpikan orang yang disayang sebagai pertanda bahwa seseorang mampu berkomunikasi dengan pujaan hatinya melalui mimpi, mungkin lebih tepat disebut berkomunikasi melalui pikiran alam bawah sadar.

Aku hampir mencintai dia 4 tahun, pada tahun-tahun awal tak pernah memimpikan dia, padahal waktu itu pikiranku benar-benar selalu tertuju pada dia, kalau berpapasan di jalan atau ketemu di warung, jantungku rasanya mau copot, berdebar-debar, sampai kaki terasa lemas. Kejadian yang paling parah, ketika jalan kaki dari rumah kakakku mau ke rumahku berjarak sekira 300 meter. Di ujung jalan tiba-tiba aku melihat dia jalan kaki bersama bibinya. Begitu melihatnya, jantungku berdegup kencang, berdebar-debar, seperti musik dangdut, kaki mendadak menggigil, aku gak kuat akan berpapasan, langsung balik lari ke rumah kakakku. Sepertinya dia juga merasakan hal yang sama, dia juga balik setelah melihatku. Sama-sama terkejut.

Di rumah kakakku aku tidur sambil tarik nafas berulang kali, gak kuat berdiri, masih gemetaran & keluar keringat. Sekira setengah jam baru bisa merasa tenang.

'Kok bisa ya aku takut sama anak kecil?' Pikiranku bertanya berulang kali dalam hati. Bayangkan saja, waktu itu aku sudah semestar 6 tetapi takut sama dia yang baru kelas 2 SMP. Aneh, bukan?

Meskipun aku begitu sering memikirkan dia, nyatanya aku tak pernah memimpikan dia. Baru ketika dia kelas 3 SMP aku pernah memimpikan dia. Dalam mimpi itu aku melihat dia bermain kelereng di rumah kakakku, lalu aku muncul di pintu, dia melihatku, dia marah. Dia melemparku dengan sandal jepit, hampir mengenai wajah. Aku berlari, ia mengejarku. Aku bersembunyi di balik pohon yang banyak daunnya menyentuh tanah, hingga dia tak melihatku. Begitu dia hendak lewat di depanku, aku tangkap dia seperti menangkap maling, kedua tangannya ditarik ke belakang, seperti dibergol. Dia menjerit kesakitan memintaku untuk melepaskannya.

'Tolong bli, lepaskan aku, lepaskan!'
'Jawab dulu pertanyaan bli, baru bli mau melepaskannya'
'Memang bli mau tanya apa?'
'Kenapa sih Wi benci sama bli?'
'Karena bli sudah tuaa..'
Aku pun terbangun jam setengah lima pagi, langsung aku sms dia kalau aku memimpikannya, tapi dia gak pernah balas smsku.

Sekira seminggu kemudian, dia memarahiku via sms gara-gara bilang kangen, waktu itu dia sedang ke lombok. Dia ngaku jalan-jalan sama cowok ke suatu tempat, padahal aku sudah tahu dia ke Lombok bersama om dan beberapa keluarganya, diberitahu omnya via sms.

Dalam kemarahannya itu, dia bilang kalau aku itu tak tahu diri, sudah kakek-kakek berani cari dia.

Dibilang begitu aku malah tertawa dan senyum-senyum sendiri di kamar, lalu aku balas smsnya, 'Biar ada cerita kakek-kakek mencintai cucu'
'Dasar kamu anjing'
'Huahaha.. bli itu anjing mahal, anjing langka. Anjing yang bisa bawa mobil, bisa belajar, kuliah.'
Walau dikasari begitu, sedikitpun tak marah, malahan tertawa terpingkal-pingkal balas smsnya. Baru besoknya ada perasaan sedih dibilang anjing sama orang yang disayang, anak kecil lagi.

Bila bertemu di jalan, dia selalu melihatku penuh kebencian. Hampir 6 bulan lamanya. Kemudian pada semester akhir, kelas 3 smp. Dia mulai berubah. Bila hendak sekolah dibonceng sama adiknya, dia sering kepergok melirikku saat lewat di rumahku.

Setelah mau melanjutkan ke sekolah menengah kejuruan, dia pernah memintaku agar tidak mengguna-guna dia. Padahal sedikitpun aku tak pernah berpikir ke hal itu. Bahkan aku merasa kaget dengan permintaannya. Mungkin waktu itu dia sempat merasa sayang padaku sehingga dia curiga kalau aku guna-guna dia. Hal menyedihkan lagi, waktu ini aku mendapat kabar dari temen ceweknya kalau dia pernah bercerita ke teman-temannya bahwa aku main guna-guna. Biarlah Tuhan yang memberi keadilan.

Waktu itu aku sempat dekat dengan cewek berkasta Anak Agung, lebih cantik dari dia, sekolahnya juga lebih tinggi, hampir menjalin hubungan serius. Entah kenapa perasaan mudah memudar dan gak jadi menjalin hubungan dengan cewek itu. Namun rasa sayang dan rindu justru kembali menggebu pada dia yang mengabaikanku.

Aku sempat mengirimi dia kado dan surat cinta; isinya buku dan kalung, dikirim via pos. Waktu itu aku jarang pulang kampung, bekerja di Denpasar, sudah tamat kuliah. Aku bilang kangen sama dia, meski sudah 'punya pacar'. Saking kangennya, menulis surat cinta berurai air mata, bahkan sempat tak mampu menulis kata-kata, aku menangis tersedu-sedu di kamar kos seorang diri. 'Ngetel yeh peningalan beline saat menulis surat ini, Wi' kata-kata terakhir dalam surat itu.

Di antara kado dan surat cinta yang pernah aku kirim, sepertinya pemberian itu yang paling berkesan baginya. Begitupun bagiku, aku benar-benar menjiwai apa yang aku tulis. Ketika pulang kampung berada di rumah, saat dia melewati rumahku dia menutup wajahnya pakai baju jaket, sepertinya dia tak tahan untuk tertawa ketika melihatku. [NB: Ada hal lucu yang aku tulis pada pembungkus kado]

Namun entah kenapa saat dia melanjutkan ke sekolah menengah kejuruan, dia kembali cuek padaku. Bahkan dapat kabar dari temenya kalau dia sudah punya pacar sejak kelas 3 smp.

Waktu hari Saraswati aku mau sembahyang di sekolahnya, sampai-sampai aku sempat mau cari pacar kontrak, biar bukan dia saja ngajak pasangan, aku juga pengen ngajak pasangan walau hanya pacar kontrak.

Pernah juga berantem via sms dengan cowoknya, gara-gara aku dilarang ganggu dia. Aku mengalah, tapi aku titip pada cowoknya agar tidak pernah menyakiti dia, agar dia bisa menjaganya. 'Kalau kamu berani menyakiti dia, kamu akan berurusan denganku.' Ancamku.

Sadar dianggap sebagai pengganggu, aku menumpahkan rasa sayang itu pada cewek-cewek lain, termasuk temennya yang pernah kuajakin nikah. Juga sering melirik cewek yang ada di Kampus baru, melanjutkan kuliah. Tapi cewek yang paling mempesona di mataku justru ada di tempat kerja; anak bosnya, seorang mahasiswi kedokteran, lebih cantik dari dia, ibunya berkasta Brahmana. Anak bos itu membuatku panas dingin jika bertemu, menggetarkan jiwa. Cewek itu pun sering salah tingkah kalau ada aku. Sering kepergok melirikku sembunyi-sembunyi. Meski aku tahu dari gerak-geriknya dia mungkin menyimpan rasa padaku, tapi aku tak memiliki keberanian mengungkapkan rasa sayang, aku sadar siapa dia dan siapa aku. Aku lelaki biasa, dia anak konglomerat.

Menariknya, di balik sikap diam kami, cewek itu sering datang ke dalam mimpiku; mulai dari jalan-jalan ke pantai, diajak menginap di rumahnya, bahkan dia pernah memintaku untuk ngajak dia ke rumahku dan aku menurutinya, tapi baru sampai di rumah tanteku di Songan, keburu bangun.

Selama aku bekerja di perusahaan bapaknya, dia datang ke dalam mimpiku sampai 4 kali. Menurutku itu sesuatu banget. Meski di dunia nyata perasaan disembunyikan namun justru romantis di alam mimpi. Wajah gadis itu juga begitu mudah muncul dalam pikiranku.

Keluarganya juga sayang padaku, terutama ibunya. Pernah disuruh tidur disana, tak usah ngekos, tapi aku tak mau, takut terganggu aktivitas kuliahku. Kadang diberi uang tambahan, diberi baju.

Waktu datang dari Australia, dikasih oleh-oleh. Pernah juga ditanya soal keluarga, rumah. Sepertinya ingin tahu tentang kehidupanku lebih jauh, tapi aku ceritakan apa adanya, bahkan cenderung dikurangi, seperti rumah masih kuno; gubuk. Padahal rumahku bergaya modern sudah sejak tahun 1994. Keluarganya kuanggap seperti keluarga sendiri. Tapi akhirnya aku selesai juga bekerja disana beberapa bulan lalu. Terakhir bekerja disana, ada perasaan tak rela meninggalkan keluarganya, terutama tak rela tak bisa lagi berjumpa dengan nona cantik yang mampu mengisi hatiku, mampu menggantikan dia yang mengabaikanku. Air mataku meleleh dibuatnya.

Waktu aku sering memikirkan anak bosnya (masih bekerja), beberapa kali jugq memimpikan dia yang mengabaikanku. Mimpiku singkat sekali, dalam mimpi itu dia lewat jalan kaki di halaman rumahku dan bicara padaku, 'Bli, tiang kangen!'
Mimpi itu membuatku heran, kenapa dia bilang begitu padaku.

Beberapa hari kemudian aku pulang kampung, sampai di rumah, keluargaku pada tersenyum. Katanya, cewek yang mengabaikanku sering datang bersama adiknya belanja di warung ibuku. Padahal sebelumnya, tak pernah berani menginjakan kaki ke rumah keluargaku.

Pada saat hari ulang tahunnya, aku kirim kado, tapi ketahuan sama keluarganya. Akhirnya bermusuhan lagi dengan dia. Gak berani lagi belanja di warung ibuku.

Sekira 2 bulan kemudian, lagi memimpikan dia, mirip dengan mimpi sebelumnya. Dia lewat di halaman rumahku, aku memanggil namanya, 'mau kemana, Wi?'

Dia tak menjawab pertanyaanku. Aku pun terbangun. Penasaran dengan mimpi itu, sepulang dari kuliah hari sabtu aku pulang kampung, soalnya minggu libur kerja.

Sampai di rumah, lagi ditertawakan sama keluargaku. Katanya, dia sempat menemui ibuku mau mengambil barang, sikapnya hormat. Bagi ibuku itu sesuatu banget karena sayang sama cewek itu. Ngelangenin, katanya.

Entah berapa minggu kemudian, aku mimpi melihat ayahnya mengobrol dengan ayahku di warung. Dari kamarku, aku menguping obrolannya. Intinya membicarakan hubunganku dengan anaknya. Ayahnya mengijinkanku bertunangan dengan dia, bahkan mengijinkan ganti nama anaknya.
'Ganti dah nama Wi meski dia sudah pernah dikencani oleh J*** N***'

Terbangun dari mimpi aku sedih sekali, seakan mimpi itu sebuah kenyataan, aku tak rela bila orang yang aku sayangi pernah dikencani cowok lain. Sakit hati aku. Tapi aku berharap itu tak terjadi padanya. Mudah-mudahan hanya sebatas ciuman. Namun dari penglihatanku, dia masih suci, meski aura kecantikannya berkurang beberapa persen. (Nb: JN itu mantannya).

Berjarak dua hari, lagi memimpikan dia. Dalam mimpi itu, aku dan dia sedang bersepeda, aku mengejarnya. Saat aku berhasil menyalipnya, dia mengumpatku.

3 hari kemudian aku pulang kampung. Di rumah aku kaget mendengar gosip tak menyenangkan yang dilakukan lelaki yang masih ada hubungan keluarga dengannya. Aku ingin agar dia waspada dengan lelaki itu, meski keluarganya.

Aku kirim pesan melalui bantuan temannya agar dia bisa jaga diri baik-baik, demi masa depannya. Sayangnya, niat baikku tak dipahami, justru dia menghinaku. Aku frustasi dibuatnya.

Belakangan, aku invite pin bb dia, dia menerimanya namun dia langsung kirim pesan bahwa aku tak boleh mencampuri urusan keluarganya. Sadisnya, katanya mau muntah melihatku, namun entah kenapa aku tak marah dibilang seperti itu. Belum sempat membalas bbmnya, dia sudah DC pinku, padahal aku ingin menjelaskan tentang gosip itu dan juga ingin mempertanyakan hubungannya dengan lelaki itu. Kenapa laki-laki itu marah tanpa sebab, bahkan lelaki itu menantangku, katanya ingin membunuhku. Tapi aku sabar menghadapinya, anggap ocehan anak kecil. Namun berulang ditantang bertarung, aku suruh dia datang ke Denpasar tapi dia gak pernah nongol, padahal sudah dikasih alamat lengkapnya. Sempat mau aku laporkan polisi, tapi setelah minta ijin sama kakakku, malah dilarang, untuk menjaga nama baik keluarganya.

Aku juga ceritakan pada bapakku kalau aku ditantang seseorang, bahkan minta ijin membunuhnya bila aku ditantang lagi. Aku memang jarang marah, tapi kalau marah nyawa taruhannya.

Sekitar sebulan telah berlalu, aku bertemu dengan lelaki itu di dekat rumahku. Dia menantangku untuk bertarung. Aku bergegas mengambil parang, aku benar-benar ingin menghabisinyq. Sayangnya lelaki itu keburu kabur.

Bapakku pun datang, kirain mau marah padaku, tapi justru ingin membuat perhitungan dengan lelaki itu. Kalau saja tidak didamaikan ibu dan beberapa keluarga bisa berabe urusannya. Sifat bapakku persis seperti aku, hampir tak pernah marah, tetapi kalau marah nyawa taruhannya.

Sempat mau mengumpulkan keluarga, tapi tidak jadi, cukup kakakku datang ke keluarganya. Sayangnya waktu kakakku datang kesana, keluarganya tertimpa masalah sangat berat. Katanya, lelaki itu menangis saat melihat kakakku datang. Sempat heboh juga keluarganya mendengar aku membawakannya 'Tah'

Kira-kira sebulan telah berlalu, aku memimpikan dia lagi. Dalam mimpi itu dia bercerita bahwa dia punya pacar tapi pacarnya jauh, gak pernah datang ke rumahnya, seakan dia kecewa. Berselang dua hari, lagi mimpi. Dalam mimpi itu aku melihat ada keributan di sebelah selatan rumah neneknya, lalu aku mencari dia, kawatir dia jadi sasaran keributan, namun tak ketemu.

Menurut cerita seorang cewek, bener katanya dia punya cowok tapi gak serius. Dia sempat jinak dihadapanku waktu di rumah nenekku tapi dia sempat memarahiku gara-gara berebut adik kecil. Padahal hatiku sempat merasa damai ada di dekat dia, teduh sekali rasanya. Dan soal keributan, ternyata beneran di selatan rumah neneknya ada keributan diantara orang mabuk waktu odalan di Kayuselem.

Entah berapa bulan tak pernah memimpikan dia, namun di suatu pagi dini hari, dia datang ke dalam mimpiku. Dalam mimpi itu aku hendak dipertunangkan sama dia oleh keluargaku, dan dia mau. Aku menuduhnya bahwa sebenarnya dia mencintaiku sejak dulu tapi dia munafik. Ia pun tersenyum, lalu ku kecup pipinya, lembut sekali, seakan nyata, terasa sampai terbangun.

Setelah mimpi seperti itu, dia begitu mudah hadir ke dalam pikiranku, bahkan aku sering melihat cewek lain seakan melihat dia. Bahkan anehnya, kalau dia pulang kampung (dia sedang pkl di sebuah hotel di seminyak) malamnya aku tak bisa tidur sampai jam 2 malam, seakan dia sedang merindukanku, padahal aku tak tahu dia pulang kampung, baru tahu besoknya. Sudah dua kali mengalami hal itu.

Yang terakhir, aku memimpikan dia Sabtu lalu. Dalam mimpi itu aku melihat dia sedang lari pagi, aku mengikutinya dari belakang, tapi begitu berhasil dekat, aku pura-pura cuek, dan menyalip dia hingga jauh tertinggal. Lalu aku bersembunyi di sebuah lubang, tetapi dia menemukankanku, ia pun tertawa melihatku bersembunyi. Aku pun terbangun jam setengah enam pagi.

Menariknya, ternyata dia pulang kampung malam sabtu, dan siang harinya aku memergoki dia tersenyum kecil ketika melihatku. Kejadian itu dua kali aku melihatnya meski waktu ketemu aku pura-pura tak sudi melihatnya, padahal seneng banget bisa melihat dia, bahkan dia semakin cantik dan tambah gendut. Sempat kaget melihat dia berubah agak gendut, tepatnya padat berisi.

Hatiku bertanya-tanya, mungkinkah dia orang yang muncul dalam mimpiku 8 tahun lalu, yang diperkenalkan oleh orang tua berpakaian putih sebagai istriku? Ciri-ciri istriku yang hadir 8 tahun lalu mirip seperti dia; rambut bergelombang, pipi agak kembung, padat berisi, kakinya agak besar.

Bila dia wanita itu, semoga dia bisa jaga diri baik-baik. Sampai detik ini, aku masih menyayanginya meski dia sering menghinaku, aku tak pernah bisa marah kepadanya. Hal ini sesuatu yang aneh bagiku. Cewek lain, sedikit saja berkata-kata kasar atau sekali saja berani marah padaku, rasa sayangku langsung hilang, illfeel. Paling alergi dengan cewek kasar, tapi hebatnya, dia tak mampu membuatku marah dan benci. Ada kekuatan lain yang tak mampu aku pahami yang mampu mengikatku untuk mencintainya meski diabaikan bertahun-tahun, yang telah mengubahku menjadi lelaki perasa.

Dari kisah itu, hal menarik, setiap aku ingin menjalin hubungan dengan cewek lain, seakan dia tahu, seolah-olah dia merasakan kalau aku ingin berpindah kelain hati. Hal itu pula yang membuatku sulit move on dari dia. Merasa diberi lampu hijau saat aku akan mencintai cewek lain, tapi begitu mau mendekatinya, dihadapkan pada sebuah masalah. Mungkin semua itu sudah skenario dewa agar aku tak mudah memutuskan untuk menikah dengan cewek lain. Aku yakin, jika aku meninggalkan dia, memilih cewek lain, dia pasti akan menyesal dalam hidupnya.

Beberapa kali bapakku menasehatiku untuk mencari cewek lain, tapi aku selalu bilang tak mau melihat dia menderita karena cinta di kemudian hari setelah aku meninggalkan dia. Ada perasaan tak rela.


Dream about Love

Aku menuliskan kisah ini selain belajar memahami mimpi tapi juga untuk dijadikan pelajaran dikemudian hari. Agar kelak aku bisa mengenang wanita yang pernah menghinaku sebagai sarana memacu semangat membahagiakan keluargaku kelak, terutama pendamping hidupku di masa depan.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts